x

Pacific Partnership 2026 Resmi Dibuka di Tapanuli Tengah, Libatkan Hampir 5.000 Peserta dari Enam Negara

waktu baca 4 menit
Selasa, 21 Jul 2026 14:13 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Latihan bersama Pacific Partnership 2026 resmi dibuka di Lapangan Gedung Olahraga (GOR) Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Selasa (21/7/2026). Misi kemanusiaan dan kerja sama multilateral terbesar di kawasan Indo-Pasifik tersebut akan berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 31 Juli 2026, dengan lokasi kegiatan di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Upacara pembukaan dihadiri Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda, Sp.PD., M.A.R.S., CFRA, Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat Laksamana Muda David M. Buzzetti, Asisten Intelijen Dankodaeral II Kolonel Laut (P) Suryadi Permana, S.E., M.Tr.Opsla, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Kapores Tapteng, AKBP Muhammad Alan Haikel, Wali Kota Sibolga Ahmad Syukri Nazry Penarik, serta delegasi Pacific Partnership dari Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jerman, dan Singapura.

Dalam sambutannya, Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Hadi Juanda mengatakan Pacific Partnership merupakan misi kemanusiaan sekaligus kerja sama multilateral terbesar di kawasan Indo-Pasifik yang telah menjadi simbol persahabatan antarbangsa dan komitmen bersama dalam membangun ketahanan masyarakat melalui bidang kesehatan, penanggulangan bencana, pendidikan, dan bantuan kemanusiaan.

Ia menjelaskan Indonesia telah beberapa kali menjadi tuan rumah Pacific Partnership sejak 2010. Kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali itu sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 pada 2020 hingga 2023. Padahal, Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah telah dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan pada 2020.

“Pelaksanaan Pacific Partnership 2026 di Sibolga dan Tapanuli Tengah merupakan kehormatan sekaligus wujud nyata komitmen untuk memperkuat diplomasi pertahanan dan diplomasi kesehatan demi mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang damai, aman, tangguh, dan sejahtera,” ujar Hadi Juanda.

Mengusung tema “Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response”, latihan bersama ini difokuskan pada penguatan kolaborasi lintas negara dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari bencana alam, kedaruratan kesehatan masyarakat, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan dan bantuan kemanusiaan.

Selama pelaksanaan, berbagai program akan digelar, di antaranya pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan, pelatihan tenaga kesehatan rumah sakit dan puskesmas, workshop medis, pertukaran ilmu pengetahuan dan keterampilan kesehatan, pelatihan kesiapsiagaan rumah sakit menghadapi bencana (Hospital Disaster Plan), latihan penanggulangan bencana lintas instansi, penyuluhan kesehatan hewan, pelayanan sosial, serta kegiatan budaya dan kemasyarakatan.

Sebanyak hampir 5.000 peserta yang terdiri dari unsur militer, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, relawan, dan masyarakat akan terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

Mayjen TNI Hadi Juanda berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum Pacific Partnership untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kerja sama yang lebih erat guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kemampuan merespons krisis akibat bencana.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Sibolga, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait, serta seluruh mitra internasional yang telah mendukung terselenggaranya Pacific Partnership 2026.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyebut Pacific Partnership menjadi bukti nyata kerja sama antarnegara yang tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui berbagai program kemanusiaan.

Menurutnya, sebelum pembukaan resmi, personel Angkatan Laut Amerika Serikat telah melaksanakan sejumlah kegiatan sosial di Tapanuli Tengah, seperti perbaikan fasilitas sekolah, edukasi kepada masyarakat, serta pembelajaran bahasa Inggris bagi para pelajar.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memperkuat kerja sama pertahanan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan manajemen kebencanaan, khususnya bagi Sibolga dan Tapanuli Tengah yang beberapa waktu terakhir terdampak bencana,” kata Masinton.

Di kesempatan yang sama, Wakil Kepala Biro Kedokteran dan Bedah Angkatan Laut Amerika Serikat Laksamana Muda David M. Buzzetti menegaskan Pacific Partnership bertujuan membangun kemampuan masyarakat dalam merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Menurutnya, latihan bersama tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas komunitas melalui pelatihan kesehatan, dukungan teknis, serta manajemen kebencanaan, sekaligus mempererat komunikasi dan kolaborasi antara Indonesia, Amerika Serikat, dan negara-negara mitra lainnya.

“Kami ingin membangun komunitas yang lebih tangguh dan memperkuat kerja sama sebagai satu tim sehingga mampu memberikan respons yang lebih cepat dan lebih baik dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa depan,” ujarnya.

Melalui Pacific Partnership 2026, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Indonesia dan negara-negara mitra dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, memperkuat pelayanan kesehatan, serta mempererat persahabatan dan kerja sama internasional demi mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang aman, tangguh, dan sejahtera. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x