x

Heboh Donasi Bayi Sakit di RSUD Pandan, Orang Tua Bantah Keras: Jangan Kirim Uang Itu Penipuan

waktu baca 5 menit
Selasa, 18 Agu 2026 22:47 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Orang tua bayi berusia enam bulan yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, membantah keras adanya permintaan donasi yang beredar melalui media sosial Threads.

Jumadi (33) bersama istrinya, Nursetia Panggabean (32), warga Lorong VIII, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, menegaskan tidak pernah meminta bantuan maupun donasi kepada masyarakat, baik melalui keluarga, kerabat maupun media sosial.

Keduanya bahkan menyatakan kecewa karena kondisi anak mereka yang sedang sakit diduga dimanfaatkan oleh oknum untuk menggalang dana menggunakan QRIS atas nama Mak Mutiara.

“Ini tidak benar. Kami tidak pernah meminta bantuan apa pun, terlebih lagi melalui media sosial. Kami juga tidak kenal siapa pemilik akun erin_12ar itu,” tegas Jumadi saat memberikan klarifikasi di RSUD Pandan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Jumadi, anaknya yang bernama Mutiara saat ini berusia enam bulan dan sedang menjalani perawatan akibat meningitis dan pneumonia. Kondisi tersebut diduga dimanfaatkan pemilik akun untuk membuat unggahan seolah-olah berasal dari keluarga pasien.

Jumadi meminta pemilik akun Threads erin_12ar segera menghentikan perbuatannya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak percaya terhadap unggahan tersebut dan tidak mengirimkan uang ke rekening maupun QRIS yang dicantumkan dalam unggahan.

“Jangan ada yang mengirim uang atau bantuan ke nomor rekening atau QRIS tersebut. Kami tidak pernah meminta. Saya sangat kecewa karena penyakit anak saya dijadikan alasan untuk meminta uang kepada orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, Mutiara telah dirawat di RSUD Pandan sejak 24 Juli 2026. Selama menjalani perawatan, menurut Jumadi, kebutuhan pasien dan orang yang mendampingi telah mendapat perhatian dari pihak rumah sakit dan pemerintah daerah.

“Selama anak saya di RSUD Pandan sudah ditangani dengan baik. Segala keperluan dipenuhi. Bahkan makan istri saya sebagai pendamping ditanggung tiga kali sehari. Sampai sekarang kami tidak dibebankan biaya apa pun,” katanya.

Jumadi mengaku berencana melaporkan akun tersebut kepada aparat penegak hukum. Langkah itu dilakukan agar dugaan penggalangan dana tanpa sepengetahuan keluarga tersebut tidak menimbulkan korban lain.

Dugaan penipuan tersebut mencuat setelah akun Threads erin_12ar mengunggah permintaan bantuan dengan narasi bahwa anaknya mengalami meningitis TB dan pneumonia serta sedang dirawat di PICU RSUD Pandan.

Unggahan tersebut juga disertai foto seorang ibu sedang menggendong bayi dan QRIS Dana atas nama Mak Mutiara.

Dalam salah satu percakapan di kolom tanggapan, akun lain bernama milzataga menanyakan keberadaan keluarga tersebut di Sibolga dan menawarkan bantuan untuk menyampaikan informasi kepada rekan-rekannya.

Akun erin_12ar kemudian menjawab bahwa dirinya berada di Sarudik dan menyebut saat itu tidak ada orang di rumah karena dirinya dan suami berada di rumah sakit.

Pernyataan tersebut dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa pemilik akun berusaha membangun kesan seolah-olah merupakan orang tua dari bayi yang sedang dirawat tersebut.

Padahal, Jumadi dan Nursetia menegaskan tidak pernah membuat permintaan donasi tersebut dan tidak mengenal pemilik akun.

Kepala Puskesmas Sarudik, drg. Defri S Rambe, MKM, mengatakan pihaknya telah mengetahui adanya unggahan permintaan donasi tersebut.

Awalnya, kata Defri, pihaknya berpikir positif apabila donasi tersebut benar-benar ditujukan untuk membantu keluarga pasien. Namun setelah mendapat klarifikasi langsung dari keluarga, informasi tersebut dipastikan tidak berasal dari pihak keluarga.

“Tadi kita sudah dengar sendiri dari keluarga bahwa itu tidak benar. Jadi ini sudah pasti penipuan,” tegas Defri.

Ia mengatakan pasien telah menjalani perawatan sekitar satu bulan di RSUD Pandan dan terus mendapat pemantauan dari pemerintah melalui Puskesmas Sarudik dan Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah.

“Kita terus memantau perkembangan pasien dan juga menyuplai kebutuhan susu pasien. Kalau nanti diperlukan rujukan, kita akan fasilitasi,” ujarnya.

Defri menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan pasien mendapatkan pelayanan terbaik. Termasuk kebutuhan Nursetia sebagai ibu yang mendampingi anaknya selama menjalani perawatan.

Semenyatara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, turut menyayangkan beredarnya unggahan tersebut.

Ia menilai tindakan memanfaatkan kondisi seorang anak yang sedang sakit untuk kepentingan penggalangan dana tanpa sepengetahuan keluarga merupakan perbuatan yang sangat tidak manusiawi.

“Ini sangat kita sayangkan. Jangan penderitaan orang lain dijadikan sebagai mata pencarian,” tegas Lisnawati.

Menurutnya, sejak menjalani perawatan di RSUD Pandan, Mutiara terus mendapat perhatian dan pemantauan dari tenaga medis.

“Kita terus mengawasi perkembangannya melalui dokter spesialis dan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien maupun orang tuanya,” katanya.

Lisnawati memastikan pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan akan terus memantau kondisi Mutiara dan mengambil langkah yang diperlukan sesuai perkembangan medis pasien.

Hal senada juga disanpikan Lurah Sarudik, Rimsan Magdalena Sitompul, juga menyatakan keprihatinannya atas kejadian tersebut.

Menurutnya, pemerintah tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan keluarganya. Perkembangan kondisi pasien juga terus dipantau melalui Kepala Lingkungan dan tenaga medis yang menangani.

“Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Pemerintah Tapanuli Tengah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan orang tuanya. Kita berharap pelaku penipuan berkedok donasi ini segera bertobat dan menghentikan perbuatannya. Jangan memanfaatkan penderitaan orang lain,” katanya.

Klarifikasi Jumadi dan Nursetia turut didampingi Kepala Puskesmas Sarudik drg. Defri S Rambe, .MKM, Lurah Sarudik Rimsan Magdalena Sitompul, Camat Sarudik Deddi Arti Hutauruk, S.Hut., M.M., serta Alfi Sahrin Tarihoran selaku Kepala Lingkungan VIII Sarudik.

Keluarga kembali menegaskan bahwa setiap permintaan donasi yang mengatasnamakan keluarga Jumadi dan Nursetia untuk pengobatan Mutiara bukan berasal dari mereka. Masyarakat diminta berhati-hati dan tidak memberikan uang sebelum memastikan langsung kepada keluarga yang bersangkutan. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x