x

Wabup Tapteng Buka Rakor LTT Rayon 6, Perluasan Areal Tanam Jadi Fokus

waktu baca 2 menit
Rabu, 10 Jun 2026 21:21 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi dan Percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sekaligus penyaluran bantuan Kementan untuk Wilayah Rayon 6 di Aula Makodim 0211/Tapanuli Tengah, Rabu (10/6/2026)

Rakor yang diikuti perwakilan Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba, Kota Sibolga, dan Kota Pematangsiantar itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat realisasi target luas tambah tanam guna mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam sambutannya, Mahmud Efendi menegaskan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat sehingga program LTT harus dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi pangan, bukan sekadar memenuhi target administratif.

“Peningkatan luas tambah tanam bukan sekadar pencapaian angka statistik, melainkan langkah nyata untuk meningkatkan produksi pangan, menjaga stabilitas pasokan bahan pangan, meningkatkan pendapatan petani, serta mendukung program swasembada pangan nasional,” kata Mahmud.

Ia menjelaskan optimalisasi lahan menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas pertanian. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah desa, hingga masyarakat, memperkuat kolaborasi dalam mempercepat perluasan areal tanam. Pendampingan yang berkelanjutan, penerapan teknologi pertanian modern, pemanfaatan lahan tidur, serta pengelolaan irigasi yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil produksi.

Meski dihadapkan pada tantangan seperti perubahan iklim, ancaman banjir dan kekeringan, keterbatasan sarana produksi, hingga alih fungsi lahan, Mahmud optimistis target peningkatan produksi pangan tetap dapat dicapai melalui semangat gotong royong dan kerja sama seluruh pihak.

Rakor tersebut diharapkan menghasilkan sinergi antarwilayah di Rayon 6 untuk mempercepat realisasi luas tambah tanam sekaligus memastikan bantuan dari Kementerian Pertanian tersalurkan secara tepat sasaran guna memperkuat ketahanan pangan di kawasan. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x