x

Bupati Tapteng Letakkan Batu Pertama Huntap Terpadu untuk Korban Bencana di Badiri

waktu baca 3 menit
Rabu, 3 Jun 2026 21:10 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, SH, MH, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Terpadu bagi masyarakat korban bencana alam di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Rabu (3/6/2026). Kegiatan diawali dengan ibadah pemberkatan yang dipimpin Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga.

Pembangunan huntap tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan bagi warga terdampak banjir dan longsor yang melanda Tapanuli Tengah pada 25 November 2025. Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, Caritas Indonesia, dan Keuskupan Sibolga.

Dalam sambutannya, Bupati Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sejak tahap penyiapan lahan hingga dimulainya pembangunan hunian tetap.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kami mengucapkan terima kasih kepada Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi sejak proses penyiapan lahan hingga mulainya pembangunan hunian tetap ini,” ujar Masinton.

Masinton menegaskan pembangunan huntap bukan hanya menghadirkan rumah bagi korban bencana, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan semangat gotong royong dalam proses pemulihan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, kata dia, berkomitmen mengawal penyelesaian legalitas lahan serta penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).
“Pemerintah akan menyiapkan l

egalitas lahan dan pemenuhan fasilitas PSU, termasuk jaringan listrik dan air bersih. Caritas Indonesia tidak hanya membangun huntap di Desa Lubuk Ampolu, tetapi juga di Pasaribu Tobing dan Tukka, selain bantuan air bersih yang telah disalurkan sebelumnya. Semoga pembangunan ini cepat selesai agar masyarakat segera menempatinya,” katanya.

Dalam pemberkatan, Uskup Keuskupan Sibolga Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga mendoakan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar dan membawa harapan baru bagi para penyintas bencana.

“Semoga Tuhan memberkati pekerjaan pembangunan rumah hunian tetap bagi saudara-saudari kita yang terkena dampak musibah bencana alam pada 25 November 2025 lalu. Apa yang kita harapkan bersama dapat berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Direktur Program EA 23/2025 Sibolga, Pastor Walter Manurung, mengatakan pembangunan 36 unit huntap di Desa Lubuk Ampolu menjadi bukti sinergi yang kuat antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana.

“Pembangunan 36 unit hunian tetap di lokasi ini adalah bukti koordinasi yang solid antara Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita terus menjunjung tinggi semangat kemanusiaan demi melayani masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Perwakilan warga penerima manfaat, Adrianus Laoly, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan hunian tetap. Ia mengapresiasi dukungan Caritas Indonesia, Keuskupan Sibolga, dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang terus mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.

“Ini adalah kerinduan besar kami. Terima kasih atas rumah yang diberikan dan kepada Pemerintah yang terus mendampingi kami sejak masa-masa sulit pascabencana. Kami berharap pendampingan juga terus berlanjut agar kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat kembali pulih,” ujarnya.

Peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya pembangunan kawasan Huntap Terpadu sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah melalui kolaborasi pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan itu Dandim 0211/TT Letkol Inf. Bayu Hanuranto Wicaksono, Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Badiri, perwakilan Polsek Pinangsori, Kepala Desa Lubuk Ampolu, jajaran Keuskupan Sibolga, para penerima manfaat, serta masyarakat setempat. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x