APKI Aceh : Ingat Selama Ini Kapal Sibolga Menangkap Ikan di Aceh

  • Whatsapp
Salah satu truk pengangkut ikan Asal Aceh yang dicegat oleh pihak Dishup dan Satpol PP Tapteng

Sinarlintasnews.com | Tapanuli Tengah – Ketua Asosiasi Pengusaha Kapal Ikan Aceh (APKIA) Tarmizi mendesak Pemerintah Aceh untuk bergerak cepat menangani permasalahan pencegatan truk pengangkut ikan Aceh masuk ke wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga.

Tarmizi meminta Pemerintah Aceh untuk segera menyurati Pemerintah Provinsi Sumut, menanyakan peraturan terkait penghadangan yang dilakukan oleh petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP Pemkab Tapanuli Tengah sejak tanggal (7/9/2019) lalu disejumlah lokasi di wilayah Tapanuli Tengah.

Bacaan Lainnya

Akibat dari penghadang tersebut kata Tarmizi, Sejumlah nelayan dan para pengusaha Ikan di Aceh merasa kecewa, sebab selama ini, nelayan dan kapal penangkap ikan dari Sibolga maupun Tapanuli Tengah menangkap ikan dan membawa hasilnya ke Sibolga dan tidak pernah dimasalahkan oleh masyarakat Aceh.

BACA JUGA : Truk Ikan Dicegat Masuk Tapteng Menuai Kritikan, ASPI Aceh Angkat Bicara

BACA JUGA : Truk Pengangkut Ikan “Dihadang” Masuk Ke Sibolga, Berikut Penjelasan Karantina

“Aceh dan Sumut itu masih satu negara dan bertetangga, jangan sampai persoalan kecil seperti ini memicu persoalan yang lebih luas. Ingat, Selama ini para nelayan Sibolga juga menangkap ikan di perairan Aceh, Kenapa sekarang Ikan Aceh tidak diizinkan masuk ke sana?,” tanya Tarmizi heran, Rabu (11/9/2019).

Tarmizi menjelaskan, jika penghadangan tersebut dilakukan hanya karena pemeriksaan surat-surat perlengkapan. Menurutnya sangat tidak meyakinkan.

“Kalau masalah surat-surat, para supir itu punya surat-surat lengkap, baik itu dari karantina,” katanya.

Selain itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Dr. Ir. Ilyas MP menyatakan telah berkordinasi dengan Kepala DKP Sumut. Akan tetapi, pihak DKP Sumut mengaku masih belum mendapat laporan.

“Kalau itu memang kebijakan mereka, Kami juga akan segera mengambil langkah-langkah, termasuk bertemu dengan stakeholder dan kita juga akan ke Tapanuli Tengah. Tapi intinya kami beri pengertian, kita tidak ingin masalah ini menjadi permasalahan yang besar,” ungkap Ilyas.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupten Tapanuli Tengah masih belum dapat ditemui, berhubung sedang ada kegiatan tugas di Makasar. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.