x

Tapteng Raih Peringkat I Realisasi Investasi di Sumut 2025, Capai Rp289,9 Miliar

waktu baca 2 menit
Kamis, 11 Jun 2026 21:28 sinarlintas

PARAPAT | Kabupaten Tapanuli Tengah mencatatkan prestasi sebagai daerah dengan capaian realisasi investasi tertinggi di Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025. Nilai investasi yang berhasil direalisasikan mencapai Rp289.899.990.000, sehingga mengantarkan Tapanuli Tengah meraih peringkat pertama dalam capaian realisasi investasi tingkat kabupaten/kota di Sumatera Utara

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bobby Nasution kepada Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi, pada ajang Pekan Inovasi dan Investasi Tahun 2026 yang berlangsung di Open Stage Parapat, Kamis (11/6/2026).

Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, serta memberikan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modalnya di daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa investasi harus berjalan seiring dengan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, setiap investor yang masuk ke Sumatera Utara perlu didukung data UMKM yang telah memiliki studi kelayakan sehingga mampu menjadi mitra usaha yang kompetitif.

“UMKM tidak hanya dibina secara umum, tetapi harus dianalisis kelayakannya agar bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” ujar Bobby.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat daya saing UMKM melalui percepatan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, penyederhanaan perizinan, hingga fasilitasi sertifikasi halal. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk lokal agar dapat bermitra dengan pelaku usaha besar dan memperluas akses pasar.

Menanggapi penghargaan tersebut, Wakil Bupati Mahmud Efendi menyatakan bahwa capaian ini merupakan hasil komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam membuka ruang investasi yang sehat dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah selalu terbuka bagi investor yang ingin berinvestasi. Kami mendukung setiap kegiatan ekonomi, namun tetap mengimbau agar seluruh pelaku usaha menjalankan investasinya dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial budaya, serta mematuhi ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Mahmud menjelaskan, sektor perkebunan, energi, dan UMKM menjadi penyumbang utama realisasi investasi di Tapanuli Tengah. Besarnya investasi yang masuk diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pemerataan pembangunan di berbagai wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Kepala BPS RI, Kepala BPS Sumatera Utara, anggota DPRD Sumatera Utara, perwakilan Forkopimda Sumatera Utara, para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara, pimpinan OPD Provinsi Sumatera Utara, Plh. Kepala Dinas Perizinan Kabupaten Tapanuli Tengah, serta tamu undangan lainnya. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x