x

Progres Penanganan Kesehatan Pascabencana di Tapteng Berjalan Optimal

waktu baca 3 menit
Senin, 23 Feb 2026 15:07 sinarlintas

TAPANULI TENGAH – Penanganan sektor kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah terus berjalan optimal sejak bencana alam melanda wilayah itu pada 25 November 2025. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat pelayanan medis, pengendalian penyakit hingga rehabilitasi fasilitas kesehatan bagi warga terdampak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, S.Kep.Ns., M.Kes., AKK, mengatakan pelayanan kesehatan darurat langsung diaktifkan sejak hari pertama pascabencana sesuai arahan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi.

“Pelayanan kesehatan 24 jam dibuka di seluruh Puskesmas dan Posko Pengungsian. Tenaga kesehatan disiagakan bergiliran agar masyarakat tetap mendapatkan layanan secara maksimal,” ujar Lisnawati Panjaitan, Senin (23/2/2026).

Ia menegaskan, seluruh layanan kesehatan di lokasi pengungsian masih aktif berjalan setiap hari. Selain penanganan medis, Dinas Kesehatan juga memperkuat layanan psikososial bagi warga terdampak, terutama anak-anak dan lansia.

Tim kesehatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi mental masyarakat serta memberikan edukasi kesehatan dan dukungan psikologis di sejumlah titik pengungsian.

Untuk menjaga kesehatan bayi dan balita, imunisasi telah dilaksanakan di sejumlah lokasi pengungsian. Vaksin yang sebelumnya disimpan di Balai Besar Karantina Kesehatan Sibolga kini telah didistribusikan ke wilayah terdampak melalui layanan Posyandu dan Posko Kesehatan.

Upaya pencegahan penyakit menular juga terus digencarkan. Fogging pencegahan demam berdarah dilakukan di kawasan pengungsian, termasuk di GOR Pandan dan permukiman sekitar. Selain itu, vaksinasi rabies diberikan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit dari hewan.

Dalam rangka deteksi dini penyakit, surveilans kesehatan aktif dilakukan di seluruh Puskesmas. Verifikasi terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) terus dipantau, termasuk pengiriman spesimen suspek campak untuk pemeriksaan laboratorium.

Program gizi dan kesehatan anak turut diperkuat melalui layanan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Pelatihan tenaga kesehatan bersama relawan Wahana Visi Indonesia juga telah dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kolang guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi bayi dan anak di pengungsian.

Sementara itu, pelayanan bagi pasien penyakit kronis tetap berjalan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Pendataan pasien, pemantauan pengobatan hingga distribusi obat dilakukan secara rutin dengan prioritas kelompok berisiko tinggi.

Di sektor infrastruktur, rehabilitasi fasilitas kesehatan mulai dipersiapkan. Dinas Kesehatan Tapteng saat ini berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara terkait pembangunan kembali Puskesmas di Manduamas, Barus dan Sorkam sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Pengawasan kesehatan lingkungan juga menjadi perhatian serius. Pemeriksaan kualitas air bersih telah dilakukan di Kecamatan Badiri guna memastikan masyarakat mendapatkan akses air yang aman dan layak konsumsi. Monitoring sanitasi melibatkan relawan kemanusiaan untuk mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan.

Lisnawati menegaskan progres penanganan kesehatan pascabencana di Tapanuli Tengah menunjukkan hasil positif dengan dukungan koordinasi lintas sektor yang semakin solid.

“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat layanan kesehatan di pos pengungsian, meningkatkan surveilans penyakit, mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan, memperluas dukungan psikososial, serta memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.

Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut mampu mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat dan mengembalikan kondisi kehidupan warga terdampak ke situasi yang lebih baik.(Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x