x

Pimpin Gotong Royong Massal, Plh Camat Badiri Ajak Warga Bangkit Pulihkan Lingkungan Pascabencana

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 16:32 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Pemerintah Kecamatan Badiri tidak tinggal diam melihat kondisi lingkungan yang masih menyisakan dampak pascabanjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Tengah pada 25 November 2025 lalu.

Aksi gotong royong dipimpin langsung Pelaksana Harian (Plh) Camat Badiri, Rudi Hartono, aparatur kecamatan bersama pemerintah desa, kelurahan dan masyarakat turun ke lapangan melaksanakan aksi gotong royong massal di sejumlah titik, Jumat (3/7/2026).

Aksi sosial tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kecamatan Badiri dalam mempercepat pemulihan lingkungan sekaligus membangkitkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan utama membangun daerah.

Kegiatan diawali dari lingkungan Kantor Kecamatan Badiri, kemudian berlanjut ke Kelurahan Lopian, Kelurahan Hutabalang, Desa Gunung Kelambu, Desa Jago-Jago, serta sejumlah desa dan kelurahan lainnya. Aparatur pemerintah bersama warga bergotong royong membersihkan sampah, mengangkat sisa material banjir, membuka saluran drainase yang tersumbat, serta menghilangkan genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah.

Di sela kegiatan, Rudi Hartono menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan harus menjadi budaya. Pascabencana masih banyak titik yang harus dibersihkan. Karena itu saya mengajak seluruh aparatur kecamatan, pemerintah desa, kelurahan dan masyarakat untuk terus bergotong royong demi menciptakan lingkungan yang sehat, aman dan nyaman,” tegasnya.

Rudi Hartono mengatakan, gotong royong bukan hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga menjadi langkah nyata mencegah munculnya berbagai penyakit akibat lingkungan yang kotor. Saluran air yang lancar akan mengurangi risiko banjir saat hujan, sementara genangan yang dibersihkan dapat menekan perkembangan nyamuk pembawa penyakit.

Menurut Rudi Hartono, semangat kebersamaan yang tumbuh melalui gotong royong juga menjadi modal penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kalau semua bergerak bersama, pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan. Inilah semangat yang harus terus kita hidupkan di Kecamatan Badiri,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Tanpa dikomandoi, banyak warga ikut membawa peralatan kebersihan dan bergabung bersama aparatur pemerintah membersihkan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

Salah seorang warga Kelurahan Lopian, Ahmad Syahputra, mengaku bangga melihat Plh Camat Badiri turun langsung memimpin kegiatan.

“Kami merasa termotivasi. Kehadiran Pak Camat di tengah masyarakat memberi contoh bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara rutin,” katanya.

Hal senada disampaikan warga Desa Gunung Kelambu. Menurutnya, gotong royong sangat membantu masyarakat yang masih berupaya memulihkan kondisi lingkungan pascabencana.

“Selain lingkungan menjadi bersih, hubungan antarwarga juga semakin erat. Kami berharap budaya gotong royong tetap dipertahankan karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Melalui aksi sosial ini, Pemerintah Kecamatan Badiri menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fisik, tetapi juga dengan membangun kepedulian sosial dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Dengan lingkungan yang bersih dan masyarakat yang kompak, Kecamatan Badiri diharapkan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. (Red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x