x

Tak Pandang Agama, DMI Tapteng Gelar Sunat Massal Gratis untuk 80 Anak, Wujud Kepedulian Sosial dan Semangat Kebersamaan

waktu baca 4 menit
Sabtu, 4 Jul 2026 14:24 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam rangka memperingati Milad DMI ke-54, DMI bekerja sama dengan Pemkab Tapteng menggelar kegiatan sunat massal gratis yang dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Milad DMI ke-54 tersebut dihadiri Asisten III Setdakab Tapteng Nurjalilah, Anggota DPRD Tapteng Agus Fitriadi Panggabean, unsur BKPRMI, Nahdlatul Ulama, Al-Washliyah, Pemuda Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Sunat massal tersebut diikuti 80 peserta yang berasal dari Kecamatan Pandan, Tapian Nauli, Badiri, Tukka, hingga Pinangsori. Menariknya, dari puluhan peserta tersebut, dua anak merupakan warga non-Muslim, mencerminkan bahwa kegiatan kemanusiaan yang dilaksanakan DMI terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun suku.

Ketua DMI Kabupaten Tapanuli Tengah, Basyri Nasution, mengatakan, sunat massal ini merupakan rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Milad DMI ke-54 yang diperingati pada 22 Juni 2026.

“Kami memanfaatkan momentum Milad DMI selama sebulan penuh dengan menggelar berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, salah satunya sunat massal gratis ini. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi sehingga diikuti 78 peserta dari beberapa kecamatan,” ujar Abdul Basyri.

Ia menjelaskan, proses pendaftaran telah dibuka sejak sepekan sebelumnya melalui Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di setiap masjid serta melalui Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah.

Basyri uga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati/wakil Bupati Tapteng dan Ibu kadis Kesehatan yang telah menyambut dan mendukung kegiatan ini. Sinergi seperti ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat, terlebih saat ini kita masih dalam tahap pemulihan pasca bencana sejak 25 November 2025 lalu,” jelasnya.

Seluruh peserta ditangani langsung oleh dokter serta tenaga kesehatan profesional dari Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah sehingga proses khitan berlangsung aman, nyaman, dan sesuai standar medis.

Salah seorang orang tua peserta, Eka Saputri Panggabean, warga Sibuluan Indah yang mendampingi putranya, Riski, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah kami sangat terbantu. Semua diberikan secara gratis, mulai dari proses sunat, obat-obatan, makanan hingga kain sarung. Kami tidak dipungut biaya sedikit pun malahan diberikan sedikit uang saku anak. Terima kasih kepada DMI dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah atas perhatian kepada masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten III Pemkab Tapteng, Nurjalilah mewakili Bupti dan Wakil Bupati dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi tidak dapat hadir lantaran sedang menjalankan tugas di luar daerah.
Meski demikian, kata Lisnawati, pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi terhadap kepedulian sosial yang ditunjukkan DMI.

“Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati menyampaikan salam serta apresiasi kepada seluruh jajaran DMI Tapteng. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pemkab Tapteng menyambut baik kegiatan seperti ini dan berharap sinergi bersama DMI terus diperkuat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat serta mempererat semangat kebersamaan,” ujar Lisnawati.

Semenuara itu, Kepala Dinas Kesehatan,  Lisnawati Panjaitan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi penih kepada DMI Tapteng. Menurutnya melalui kegiatan sunat massal ini, DMI menunjukkan bahwa keberadaan organisasi tidak hanya berperan dalam memakmurkan masjid, tetapi juga hadir sebagai mitra pemerintah dalam membangun kepedulian sosial, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan kemanusiaan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Sunat massal bukan hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan anak melalui pelayanan medis yang aman dan berkualitas.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Dinas Kesehatan siap mendukung setiap kegiatan sosial yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat. Kehadiran dokter dan tenaga kesehatan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami memberikan pelayanan terbaik agar seluruh peserta mendapatkan tindakan medis yang aman, nyaman, dan sesuai standar,” ujar Lisnawati.

Ia berharap sinergi antara DMI dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial lainnya sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Melalui kegiatan ini, DMI Tapanuli Tengah tidak hanya memaknai Milad ke-54 sebagai seremoni organisasi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai kepedulian, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat. Semangat berbagi yang ditunjukkan DMI menjadi contoh bahwa masjid dan organisasi keagamaan dapat menjadi pusat pelayanan sosial yang inklusif, menghadirkan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang perbedaan. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x