x

Tak Hormati Ramadhan, Cafe Lapo Harambir Pia Hotel Pandan Putar Musik Keras dan Sajikan Miras

waktu baca 2 menit
Sabtu, 28 Feb 2026 22:56 sinarlintas

Tapanuli Tengah – Operasional Cafe Lapo Harambir di Pia Hotel Pandan menuai keluhan warga selama bulan suci Ramadhan. Aktivitas cafe yang tetap berlangsung pada malam hari dinilai tidak menghargai masyarakat sekitar yang sedang melaksanakan ibadah salat tarawih dan tadarus di masjid.

Sejumlah warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku terganggu dengan aktivitas cafe yang tetap beroperasi saat waktu ibadah berlangsung. Suara musik dan nyanyian dari pengunjung disebut terdengar hingga ke lingkungan permukiman.

Keluhan masyarakat diterima pada Sabtu (28/2/2026). Warga melaporkan aktivitas cafe berlangsung seperti biasa pada malam hari. Sejumlah meja tampak dipenuhi pengunjung, bahkan terlihat minuman keras (miras) disajikan kepada pengunjung. Dilokasi juga tampak sejumlah wanita menemani para penikmat miras.

Selain itu, live musik yang diputar dengan suara keras disebut terdengar hingga ke lingkungan permukiman warga dan mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadhan.

“Musiknya keras sampai ke rumah warga. Kadang bertepatan dengan waktu tarawih. Di situ juga ada minuman keras sehingga pengunjung bernyanyi dengan suara keras. Di situ juga dijual minuman keras, jadi orang yang bernyanyi berlomba besar suaranya. Kami sangat terganggu,” ujar seorang warga.

Menurut warga, selama ini keberadaan cafe tersebut tidak pernah dipermasalahkan. Namun masyarakat menilai pengelola tidak menunjukkan sikap menghargai suasana bulan suci Ramadhan.

“Selama ini kami tidak pernah keberatan dengan aktivitas cafe itu. Tapi setidaknya di bulan puasa ini mereka bisa mengerti dan menghargai kami yang sedang beribadah, apalagi lokasinya dekat dengan lingkungan warga,” katanya.

Warga menilai manajemen pengelola Cafe Lapo Harambir Pia Hotel Pandan terkesan mengabaikan kenyamanan lingkungan sekitar dengan tetap membuka usaha hiburan malam yang disertai penjualan minuman keras selama bulan Ramadhan.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan teguran keras kepada pengelola cafe agar menghentikan atau membatasi aktivitas operasional selama Ramadhan.

Selain itu, warga juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapanuli Tengah bersama instansi terkait melakukan penertiban serta mengambil tindakan tegas terhadap operasional Cafe Lapo Harambir yang dinilai meresahkan.

Warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta MUI Tapanuli Tengah tidak tinggal diam terhadap persoalan tersebut, sehingga pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadhan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khusyuk tanpa gangguan aktivitas hiburan malam di lingkungan masyarakat. (Red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x