Tapqnuli Tengah | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memperkuat sinergi dengan instansi vertikal untuk mengoptimalkan penerimaan daerah.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, SH, MH mengajak Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sibolga, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sibolga, serta Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Sibolga berkolaborasi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Dana Bagi Hasil (DBH).
Ajakan tersebut disampaikan Bupati saat menerima kunjungan silaturahmi pimpinan ketiga instansi tersebut di ruang kerjanya, Selasa (7/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Masinton mengungkapkan bahwa Pemkab Tapteng menyadari adanya perubahan fungsi lahan di sejumlah wilayah menjadi perkebunan kelapa sawit. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang bagi KPP Pratama dan KPPN untuk melakukan supervisi terhadap wilayah-wilayah yang mengalami alih fungsi lahan.
“Kami menyadari banyak wilayah yang beralih fungsi menjadi sawit. Karena itu kami mempersilakan KPP Pratama dan KPPN melakukan supervisi. Ini merupakan langkah tepat untuk memastikan kepatuhan administrasi sekaligus mengoptimalkan penerimaan negara,” ujar Masinton.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memaksimalkan potensi penerimaan pajak yang berdampak langsung terhadap peningkatan Dana Bagi Hasil bagi Kabupaten Tapanuli Tengah.
“Kolaborasi ini bertujuan memaksimalkan potensi penerimaan pajak sehingga berdampak langsung pada peningkatan Dana Bagi Hasil bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah,” katanya.
Selain itu, Bupati menegaskan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan PAD meski menghadapi tantangan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah.
“Kami terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, meskipun prosesnya agak lambat karena dampak bencana. Kami terbuka menerima berbagai saran dan masukan untuk meningkatkan PAD,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KPP Pratama Sibolga, Muhammad Hariyadi, menyambut baik komitmen Pemkab Tapteng dalam mengoptimalkan penerimaan daerah. Ia menilai potensi penerimaan di Tapanuli Tengah masih cukup baik, meski tetap memerlukan berbagai perbaikan.
“Kami melihat penerimaan di Tapanuli Tengah saat ini masih baik, namun tetap perlu ditingkatkan. Kami siap bekerja sama karena memang telah ada kerja sama antara Kementerian dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan PAD maupun Dana Bagi Hasil,” ujar Muhammad Hariyadi.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala KPPN Sibolga Sri Haryoto, Kepala KPPBC Sibolga Indra Isnugrahadi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tapteng, Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapteng, serta Pelaksana Harian Kepala BPKPAD Kabupaten Tapanuli Tengah.(Jerry).
Tidak ada komentar