TAPANULI TENGAH | Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi bersama Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, memimpin aksi penanaman pohon di kawasan penyangga Ekosistem Batangtoru, tepatnya di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi Tahun 2026 sekaligus sebagai upaya memperkuat pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
Dalam sambutannya, Mahmud Efendi mengucapkan selamat memperingati Hari Bumi 2026 serta mengapresiasi inisiatif BBKSDA Sumatera Utara dan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia yang menggelar aksi penghijauan di wilayah Tapanuli Tengah.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sangat mengapresiasi kegiatan ini. Penanaman pohon merupakan langkah nyata untuk menjaga kelestarian alam sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko bencana,” ujar Mahmud.
Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah pernah dilanda banjir bandang dan tanah longsor pada 25 November 2025. Menurutnya, penanaman pohon menjadi salah satu langkah paling efektif untuk memitigasi bencana karena akar pohon mampu menahan pergerakan tanah sekaligus mengatur siklus air.
“Kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk terus menjaga ekosistem dan kelestarian alam. Mari kita jadikan gerakan menanam pohon sebagai budaya bersama demi masa depan lingkungan yang lebih baik,” katanya.
Mahmud juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan penebangan liar serta terus melakukan penghijauan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Tapanuli Tengah untuk menjaga alam. Jangan melakukan penebangan liar. Mari menanam pohon karena manfaatnya sangat besar bagi kehidupan generasi sekarang maupun yang akan datang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BBKSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, mengatakan aksi penanaman pohon merupakan bentuk komitmen bersama dalam mencegah terjadinya bencana di masa mendatang sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
“Menanam bersama adalah langkah kecil yang memberikan dampak besar bagi bumi dan kehidupan manusia. Kecamatan Tukka merupakan salah satu wilayah yang mengalami dampak bencana cukup berat di Sumatera Utara, sehingga kawasan hutan harus tetap terjaga dan tidak boleh lagi terjadi penebangan liar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, BBKSDA terus mendorong perlindungan kawasan preservasi melalui penanaman berbagai jenis tanaman hayati guna mempertahankan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan.
Selain menjaga kelestarian hutan dan habitat flora-fauna, Novita juga mendorong masyarakat menanam tanaman produktif seperti durian, matoa, dan aren di kawasan perbukitan. Selain berfungsi menjaga lingkungan, tanaman tersebut juga memiliki nilai ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bibit pohon kepada masyarakat. Setelah penanaman pohon, kegiatan dilanjutkan dengan identifikasi potensi areal preservasi di Hotel Pia Pandan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Subdirektorat Bina Areal Preservasi Dewi Sulastriningsih, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Tengah, Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Tengah, Plh. Camat Tukka, Lurah Sipange, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Kelurahan Sipange. (Jerry).
Tidak ada komentar