Mengenal Covid – 19 lebih Jauh

  • Whatsapp
Kristian E Sinambela Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

Definisi coronavirus (virus corona)

Apa itu coronavirus?

Bacaan Lainnya

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS).

Sebagian besar coronavirus adalah virus yang tidak berbahaya. Virus corona pada manusia pertama kali ditemukan pada tahun 1960 dalam hidung pasien yang terkena flu biasa (common cold).

Virus ini diberi nama berdasarkan struktur mirip mahkota di permukaannya. “Corona” dalam bahasa Latin berarti “halo” atau “mahkota”.

Dua coronavirus pada manusia, yaitu OC43 dan 229E, adalah yang bertanggung jawab atas terjadinya sebagian flu biasa.

Penyakit SARS, MERS, dan COVID – 19 yang menjadi pandemi saat ini disebabkan oleh tipe coronavirus lain. Coronavirus merupakan virus zoonosis, artinya virus ini menyebar dari hewan ke manusia.

Investigasi menunjukkan bahwa virus corona penyebab SARS (SARS-CoV) ditularkan dari musang ke manusia. Pada wabah MERS, hewan yang menyebarkan coronavirus MERS-CoV ke manusia adalah unta dromedaris.

Penyebaran coronavirus sama seperti virus yang penyebab flu lainnya, yakni dari batuk dan bersin, atau dari sentuhan orang yang terinfeksi.

Virus ini juga dapat menular apabila Anda menyentuh barang yang terkontaminasi, lalu menyentuh hidung, mata, dan mulut tanpa mencuci tangan.

Hampir semua orang pernah terinfeksi virus corona setidaknya sekali seumur hidupnya, biasanya terjadi pada anak-anak. Meskipun umumnya muncul pada musim gugur dan dingin, coronavirus juga bisa muncul di Indonesia yang beriklim tropis.

Jenis-jenis coronavirus

Coronavirus adalah virus yang memiliki banyak jenis. Namanya biasanya dibedakan berdasarkan tingkat keparahan penyakit yang disebabkan dan seberapa jauh penyebarannya.

Sejauh ini ada enam jenis virus corona yang diketahui menginfeksi manusia. Empat di antaranya adalah:

  • 229E
  • NL63
  • 0C43
  • HKU1

Dua jenis sisanya adalah coronavirus yang lebih langka, yakni MERS-CoV penyebab penyakit MERS dan SARS-CoV penyebab SARS.

Pada awal Januari 2020, pemerintah Tiongkok melaporkan kasus infeksi coronavirus jenis baru yang menyebabkan gejala mirip pneumonia. Virus tersebut tidak memiliki kesamaan dengan tipe coronavirus mana pun.

Virus tersebut mulanya dikenal sebagai novel coronavirus 2019 (2019-nCoV). Setelah melewati berbagai pengamatan dan penelitian, 2019-nCoV secara resmi berganti nama menjadi SARS-CoV-2

SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 dicurigai menular dari hewan kelelawar dan ular ke manusia. Akan tetapi, pada akhir Januari, virus ini juga telah dikonfirmasi menular dari manusia ke manusia.

Gejala

Gejala infeksi virus corona

Orang yang terinfeksi virus ini akan menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Gejala infeksi Corona Virus biasanya bergantung dari jenis virus dan seberapa serius infeksinya.

Jika Anda mengalami infeksi pernapasan atas yang ringan hingga sedang, seperti flu biasa, gejala Anda terkena coronavirus adalah:

  • Hidung berair
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Tidak enak badan secara keseluruhan

Jenis virus corona lain bisa menyebabkan gejala yang lebih serius. Infeksi ini dapat mengarah ke bronkitis dan pneumonia, terutama pada orang – orang yang dari kelompok yang beresiko.

Beberapa infeksi yang lebih parah akibat coronavirus adalah yang umumnya lebih sering terjadi pada pengidap gangguan hati dan jantung, atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, bayi, dan orang tua.

Penyakit akibat coronavirus

Apa saja penyakit yang disebabkan oleh coronavirus?

Beberapa jenis coronavirus adalah penyebab penyakit serius. Berbagai penyakit yang mungkin bisa disebabkan oleh coronavirus adalah sebagai berikut:

MERS

Sekitar 858 orang meninggal dunia karena MERS, yang pertama kali muncul pada 2012 di Arab Saudi dan di negara lain di Timur Tengah, Afrika, Asia, dan Eropa.

Pada April 2014, orang Amerika pertama mendapat perawatan khusus di rumah sakit karena MERS di Indiana dan kasus lain dilaporkan juga terjadi di Florida. Keduanya diketahui baru kembali dari Arab Saudi.

Pada Mei 2015, kejadian luar biasa MERS terjadi di Korea, yang merupakan kejadian luar biasa terbesar di luar Arab.

Gejala MERS akibat coronavirus adalah deman, kesulitan bernapas, dan batuk. Penyakit menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang telah terinfeksi.

Namun, semua kasus MERS berkaitan dengan orang yang baru kembali dari perjalanan ke Semenanjung Arab. MERS berakibat fatal pada 30-40% pengidapnya.

SARS

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV.  Penyakit ini biasanya mengakibatkan pneumonia yang mengancam jiwa.

Virus itu awalnya muncul di Provinsi Guangdong di Tiongkok Selatan pada November 2002, hingga akhirnya tiba di Hong Kong. SARS-CoV kemudian mulai menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan menginfeksi orang di 37 negara.

Pada 2003, sebanyak 774 orang meninggal dunia karena kejadian luar biasa SARS. Pada tahun 2015, tidak ada laporan lebih lanjut tentang kasus SARS.

Gejala penyakit SARS berkembang dalam waktu seminggu dan diawali dengan demam. Sama seperti flu, gejala yang dirasakan orang dengan penyakit SARS akibat coronavirus adalah:

  • Batuk kering
  • Panas dingin
  • Diare
  • Sesak napas

Pneumonia, infeksi paru-paru parah, mungkin akan berkembang setelahnya. Pada tahap lanjut, SARS menyebabkan kegagalan pada paru-paru, hati, atau jantung.

COVID-19 (Coronavirus disease 2019)

Pada akhir Desember 2019, World Health Organization (WHO) mengumumkan kasus pneumonia yang penyebabnya tidak diketahui di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

Pada 7 Januari, novel coronavirus diidentifikasi sebagai penyebab kasus tersebut. Virus yang saat itu dikenal sebagai 2019-nCoV ini belum pernah ditemukan sebelumnya pada manusia.

Penelitian dalam Journal of Medical Virology menyebut bahwa kebanyakan orang yang terinfeksi virus corona baru ini terpapar daging hewan liar yang dijual di pasar makanan laut Huanan. Pasar Huanan juga menjual hewan liar seperti kelelawar, ular, dan trenggiling. Menurut penelitian tersebut, virus penyebab COVID-19 berasal dari ular. Hal ini turut menjadi bukti bahwa konsumsi hewan liar bisa meningkatkan risiko penularan penyakit baru.

WHO sendiri telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020. Meski begitu, Wuhan, kota pertama wabah penyakit ini, tidak lagi mencatat kasus baru per 19 Maret 2020.

Penyebaran

Bagaimana penyebaran coronavirus?

Seperti yang telah disebutkan, coronavirus adalah virus zoonosis. Artinya, virus ini menular dari hewan ke manusia.

Penularan antar-manusia juga bisa terjadi walau belum diteliti secara khusus. Seiring perkembangannya, virus ini dapat menular melalui beberapa cara. Virus MERS-CoV penyebab penyakit MERS dapat menular melalui dua cara.

Pertama, dari hewan ke manusia. Dalam hal ini, unta dipercaya sebagai sumber utama virus. Penyakit SARS diketahui berasal dari kelelawar dan musang. Penularannya terjadi melalui dropled atau cairan yang keluar dari sistem pernapasan melalui kontak dekat. Ada pula kemungkinan droplet virus corona penyebab SARS bertahan di udara dan menular melalui perantara ini.

Namun, penularannya melalui udara  lebih umum terjadi di lingkungan rumah sakit. Serupa dengan SARS, COVID-19 awalnya diketahui bersumber dari hewan ular. Mereka yang awalnya terjangkit virus ini diketahui telah memakan hewan liar di Pasar Huanan

Secara umum, penularan coronavirus terjadi melalui:

  • Melalui udara (virus keluar dari mereka yang batuk dan bersin tanpa menutup mulut)
  • Sentuhan atau jabat tangan dengan pasienpositif
  • Menyentuh permukaan benda yang terdapat virus kemudian menyentuh wajah (hidung, mata, dan mulut) tanpa mencuci tangan.

 

Bagaimana mengobati infeksi coronavirus?

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit yang disebabkan oleh virus corona pada manusia, begitu juga dengan COVID-19 yang kini tengah mewabah. Dilansir dari situs hellosehat.com mengungkapkan yaitu Sebagian besar penyakit akibat virus termasuk COVID-19 adalah self-limiting disease . Artinya, penyakit tersebut bisa sembuh dengan sendirinya.

Walau demikian, ada hal-hal yang dapat meredakan gejala penyakit akibat coronavirus, antara lain:

  • Minum obat flu atau pereda nyeri yang disarankan
  • Gunakan pelembap ruangan atau mandi dengan air panas untuk melegakan sakit tenggorokan dan batuk
  • Jika Anda mengalami sakit ringan, Anda perlu minum banyak air dan beristirahat di rumah

Pencegahan

Bagaimana mencegah infeksi coronavirus?

Untuk mencegah infeksi virus ini, Anda dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Anda dapat mengonsumsi makanan bergizi untuk mempertahankan sistem imun Anda.

Pasalnya, penyakit akibat virus umumnya dapat dicegah dengan ketahanan tubuh yang baik. Beberapa hal yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik
  • Hindari menyentuh wajah (hidung, mulut, dan mata) dengan tangan yang kotor
  • Hindari berhubungan dengan orang yang sakit
  • Hindari daerah di mana infeksi/wabah terjadi
  • Bersihkan barang yang sering Anda sentuh
  • Tutupi mulut Anda saat batuk dan bersin dengan tisu dan segera cuci tangan
  • Tetaplah di rumah jika sakit
  • Jaga dan tingkatkan daya tahan tubuh tidak hanya dengan mengonsumsi vitamin C, tetapi juga kombinasi beberapa vitamin dan mineral. Jenis vitamin yang Anda perlukan contohnya vitamin A, E, serta B kompleks.

Selain itu, mineral yang Anda butuhkan seperti selenium, zinc, dan zat besi. Selenium menjaga kekuatan sel dan mencegah kerusakan DNA. Lalu zinc memicu respons kekebalan tubuh. Selain itu, zat besi membantu penyerapan vitamin C.

Peluang Ide bisnis saat virus Corona Covid 19

Adapun saat ini banyak orang tidak dapat melakukan pekerjaan dan aktivitas di luar rumah akibat adanya wabah  Virus Corona atau Covid-19 yang berbahaya bagi manusia, karena bisa menimbulkan kematian dan sangat menular.

Sehingga setiap orang mau tidak mau harus melakukan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, karena tidak ada jalan lain untuk mengkarantina diri sendiri agar virus corona atau covid 19  tersebut tidak semakin menyebar.

Nah, tapi  apakah kita hanya berdiam diri saja tanpa melakukan apapun ? tentu saja tidak…

Kalau kita tidak beraktifitas ataupun bekerja, hanya pasrah saja, maka kita tidak akan bisa mendapatkan uang, bahkan bisa semakin terpuruk nanti.

  1. Berjualan online

Anda bisa menjual barang – barang anda melalui media sosial lainnya seperti Facebook , Instagram . Tapi penjualan anda dapat berhasil jika anda memiliki followers yang banyak atau anda dapat meminta bantuan dari teman – teman anda untuk mempromosikan barang anda .

  1. Menjadi youtubers

Yang ini agak nyeleneh, yaitu kita coba menjadi orang terkenal atau youtuber dengan harapan bisa menghasilkan pundi-pundi dari iklan, tapi itu nggak mudah loh, malahan 98% GAGAL :). Ya bukannya mengecilkan hati, tapi untuk menjadi Youtuber terkenal yang bisa menghasilkan fulus income yang besar maka tentunya butuh waktu yang lama, bahkan di jaman sekarang ini bertahun-tahun pun belum tentu channel youtube kita bisa seramai seperti Atta Halilintar kan.

Nama : Kristian E Sinambela

NIM : 18010005

Prodi : Teknologi Penangkapan Ikan

Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

Kristian E Sinambela
Mahasiswa Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan Matauli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.