x

Kunjungi Sungai Rawan Bencana, Gubernur Sumut Janjikan Bangun Tanggul Permanen di Tapteng

waktu baca 3 menit
Rabu, 18 Feb 2026 23:01 sinarlintas

Tapanuli Tengah – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (18/2/2026).

Dalam kunjungannya, Bobby menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat penanganan banjir sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penataan sungai secara berkelanjutan.

Gubernur meninjau sejumlah titik terdampak, di antaranya Sungai Lopian di Kelurahan Lopian, SMK Negeri 1 Badiri, serta Dusun III Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri. Selain melihat kondisi infrastruktur, Gubernur juga berdialog langsung dengan warga untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak pascabencana.

Kunjungan itu turut didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta unsur TNI dan Polri.

Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ke depan akan lebih fokus pada penanganan sungai sebagai langkah utama mitigasi bencana. Ia menyebut terdapat tiga sungai di Tapanuli Tengah dan satu sungai di Tapanuli Selatan yang menjadi prioritas penanganan karena berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.

“Kita fokus pada perbaikan sungai, khususnya yang paling terdampak. Tadi kita sudah meninjau dan melihat panjang penanganannya. Targetnya dibuat permanen agar masyarakat tidak lagi terancam saat musim hujan,” ujar Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera memperbaiki dan memvalidasi data korban terdampak agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran. Ia menegaskan, dana bantuan bagi masyarakat sebenarnya telah tersedia, sehingga percepatan administrasi menjadi kunci agar proses pencairan tidak terhambat.

Dalam kesempatan tersebut, warga menyampaikan harapan agar pemerintah membangun tanggul permanen di Sungai Lopian. Mereka mengaku masih trauma dan merasa tidak aman setiap kali hujan turun. Sejumlah warga bahkan tampak menangis saat menyampaikan keluhan kepada Gubernur.

“Kita terus berupaya agar penanganan Sungai Lopian ini bisa segera selesai. Pemerintah sudah bekerja. Masyarakat yang sudah didata akan dibantu, dan dana perbaikan rumah sudah tersedia,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu mengajak masyarakat bersabar dan tetap menjaga semangat gotong royong dalam proses pemulihan. Ia menegaskan pemerintah daerah terus bekerja bersama pemerintah provinsi dan pusat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan bencana ini membutuhkan sinergi pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat. Kami terus berupaya agar tanggul permanen segera dibangun,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau tumpukan kayu yang terbawa banjir dan merusak rumah warga di Kecamatan Badiri. Pemerintah menilai kejadian ini menjadi pelajaran penting tentang perlunya pengelolaan daerah aliran sungai, penataan hulu, serta kesadaran masyarakat menjaga lingkungan agar risiko banjir dapat diminimalkan.

Turut hadir dalam kegiatan itu Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tapanuli Tengah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Plh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Camat Badiri.

Kunjungan ini diharapkan tidak hanya mempercepat penanganan bencana, tetapi juga menjadi momentum edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya mitigasi, pengelolaan sungai, serta kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x