Tapanuli Tengah | Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Sekdakab) Drs. Binsar TH Sitanggang, MSP secara resmi membuka kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang dilaksanakan Permodalan Nasional Madani (PNM) di Katolik Center Pandan, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam sambutannya, Sekdakab Tapteng menegaskan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana agar masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalankan aktivitas ekonomi secara lebih kuat dan mandiri.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berupaya sekuat tenaga agar kita dapat segera pulih dan bangkit lebih kuat. Tentunya hal ini juga didukung oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, para donatur serta berbagai pihak lainnya,” ujar Binsar Sitanggang.
Ia mengatakan, bencana alam yang terjadi sebelumnya turut berdampak terhadap kondisi perekonomian masyarakat. Karena itu, kontribusi PNM melalui kegiatan PKU dan dukungan permodalan dinilai sangat membantu dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Sekdakab juga mengapresiasi peran PNM yang tidak hanya memberikan bantuan modal usaha, tetapi juga pendampingan dan pembinaan kepada para pelaku UMKM agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami dari Pemkab Tapanuli Tengah mengapresiasi PNM yang telah membantu meningkatkan ekonomi masyarakat melalui bantuan permodalan bagi UMKM. Selain itu juga dilakukan pembinaan agar usaha masyarakat semakin maju,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang PNM Kabanjahe Daniel Silitonga menyampaikan perkembangan nasabah PNM di Kabupaten Tapanuli Tengah cukup pesat dengan jumlah mencapai 25.521 nasabah.
Menurutnya, PNM tidak hanya memberikan modal finansial, tetapi juga modal intelektual dan modal sosial bagi para pelaku usaha. Melalui program Mekaar, PNM terus mendorong lahirnya wirausaha baru, khususnya dari kalangan ibu rumah tangga prasejahtera yang ingin memulai usaha dari nol.
Selain itu, PNM juga membantu pelaku usaha dalam pengurusan berbagai perizinan usaha guna mendukung pengembangan usaha masyarakat.
“Kita harus bangkit dan meninggalkan kesedihan. Sudah banyak nasabah PNM yang berhasil naik kelas dan usahanya berkembang sehingga menjadi penopang ekonomi keluarga. Harapannya, ke depan ibu-ibu semua dapat semakin maju dan menjadi keluarga yang sejahtera,” ujar Daniel.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah Lisna Panjaitan, S.Kep., Ns., M.Kes., AKK mengatakan Dinas Kesehatan Tapteng turut melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi 250 peserta PNM Mekaar.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Tapteng Erman Syahrin Lubis, S.Sos., M.AP, Plt Kepala Dinas Dukcapil Tapteng Nasaruddin Pulungan, SE serta perwakilan Pimpinan Cabang BRI Sibolga.(Jerry).
Tidak ada komentar