x

Cegah Stunting, Kades Sipakpahi Bagikan Makanan Tambahan Kepada Balita dan Ibu Hamil

waktu baca 2 menit
Rabu, 1 Mei 2024 03:10 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Sebagai wujud kepedulian kesehatan masyarakat, Pemerintah Desa (Pemdes) Sipakpahi, Kecamatan Pasaribu Tobing , Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat desanya.

Bersama dengan Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) desa, Pemdes Sipakpahi mengadakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan pada bayi dan ibu hamil dalam rangka upaya pencegahan stunting digelar di Balai Desa Pearaja pada Kamis (25/3/24).

Dalam acara tersebut juga dilakukan pemberian secara simbolis dari Kades Sipakpahi, Odor Maria Marbun dengan memberikan paket penambah makanan tambahan kepada Balita dan ibu hamil.

Odor Maria Marbun mengatakan, masalah kesehatan masyarakat merupakan faktor penting yang harus dilakukan khususnya pada balita. Menurutnya, balita merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan, terutama masalah gizi kurang atau buruk. Hal ini disebabkan karena pada saat fase balita akan terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Status gizi balita merupakan hal yang harus diketahui oleh setiap orang tua.

“Upaya pencegahan permasalahan stunting, gangguan pertumbuhan pada anak yang ditandai tinggi badan anak lebih pendek dari anak-anak lain dalam rentang usia yang sama, saat ini menjadi perhatian besar bagi pemerintah Pusat dan Daerah,” ucapnya.

Dikatakannya, kegiatan tersebut akan terus dilakukan sebagai inovasi yang kreatif yang memberikan dampak positif bagi perkembangan anak usia dini.

“Anak usia dini merupakan periode yang penting dalam kehidupan manusia menjadikan anak yang berkarakter sesuai bakat dan minat, Sehingga mereka nanti dapat menjadi generasi emas dan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa mendatang,” harapnya.

Menurutnya, stunting merupakan ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Hal ini dikarenakan anak stunting, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia – usia produktif. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x