x

Pemkab Tapteng Gandeng BRIN Kaji Empat Sektor Unggulan dan Revitalisasi Situs Bongal

waktu baca 2 menit
Rabu, 27 Mei 2026 22:56 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk menyusun kajian pengembangan sektor unggulan daerah sekaligus memperkuat upaya pelestarian Situs Bongal. Langkah tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.

Kolaborasi itu dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tapanuli Tengah, Senin (27/5/2026). Pertemuan dihadiri jajaran BRIN, Badan Pusat Statistik (BPS) Tapanuli Tengah, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Rapat dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala Bappeda Tapanuli Tengah Johannes H. Saruksuk yang diwakili Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda, Muhammad Idris Siregar.

Menurut Idris, kajian bertajuk Pengembangan Sektor Unggulan Daerah dalam Upaya Penurunan Tingkat Pengangguran di Kabupaten Tapanuli Tengah akan menjadi pijakan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis data dan hasil penelitian.

“Kami meminta seluruh pihak untuk serius dalam proses penelitian ini. Data dan hasil kajian ini nantinya akan menjadi fondasi kebijakan kita dalam menggerakkan roda ekonomi daerah,” ujar Idris.

Selain membahas pengembangan sektor unggulan, rapat juga menyoroti rencana pendampingan kunjungan lapangan ke calon Kawasan Stasiun Lapangan Bongal sebagai bagian dari upaya pelestarian Situs Bongal.

Pelaksana Tugas Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Muhamad Amin, mengatakan pelestarian Situs Bongal memerlukan dukungan pemerintah daerah, terutama dalam menjaga kondisi lapangan agar kegiatan penelitian dan edukasi dapat berlangsung dengan baik.

“Kami datang terkait urgensi pelestarian Situs Bongal. Untuk itu, kami membutuhkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah terkait situasi dan pengamanan di lapangan agar fungsi riset dan edukasi situs ini dapat berjalan optimal. Kami juga berharap Nota Kesepahaman antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengenai pelaksanaan kegiatan ini dapat segera diwujudkan,” kata Amin.

Ia menambahkan, kajian bersama tersebut akan difokuskan pada empat sektor yang dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan perekonomian daerah, yakni pertanian, kelautan, koperasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasil penelitian itu diharapkan menjadi acuan dalam memperkuat daya saing daerah sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Tapanuli Tengah. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x