Foto: Forum Aktivis 98 (ist). Medan – Forum Aktivis ’98 dari berbagai daerah di Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi kerusuhan dan kekerasan di sejumlah wilayah tanah air. Mereka menilai kondisi ini dipicu oleh arogansi dan kebijakan pejabat pemerintah maupun anggota DPR yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Senin (01/9/25).
Dalam pernyataan sikap yang dikeluarkan di Medan, para aktivis menegaskan bahwa penderitaan masyarakat, termasuk jatuhnya korban jiwa, harus menjadi peringatan keras bagi pemerintah. “Kami menyampaikan empati sekaligus duka yang mendalam kepada saudara-saudara sebangsa yang mengalami musibah bahkan kehilangan nyawa dalam ikhtiar memperjuangkan kebenaran dan keadilan di negeri ini,” tulis Forum Aktivis ’98.
Forum ini menggarisbawahi lima poin penting sikap mereka:
Forum Aktivis ’98 menilai respons Presiden Prabowo sebagai sinyal positif hadirnya negara dalam melindungi rakyat. Mereka menyerukan agar seluruh elemen bangsa bersatu dalam satu barisan untuk menyongsong cita-cita Indonesia Emas.
Pernyataan sikap ini ditandatangani sejumlah tokoh lintas daerah, di antaranya Ikhyar Velayati (Aktivis 98 UINSU Medan), Dr. Dedi Handoko, SH, MH (Aktivis 98 UI Jakarta), Jhon Tobing (Aktivis 90-an UGM Yogyakarta), Revitriyoso Husodo (Aktivis 90-an UGM Yogyakarta), serta lebih dari sepuluh aktivis lainnya dari Aceh, Lampung, Surabaya, hingga Medan.
“Kita harus tegak lurus memperjuangkan keadilan dengan cara konstitusional, tanpa kehilangan semangat untuk menegakkan persatuan dan demokrasi di negeri ini,” tegas Forum Aktivis ’98 dalam pernyataannya. (Red).
Tidak ada komentar