Warga Tapteng Berstatus ODP Meninggal Seketika, Dimakamkan Sesuai Protap Covid-19.

  • Whatsapp

Tapanuli Tengah| Sinarlintasnews.com – Seorang  warga Lingkungan X,  Kelurahan Lumut , Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) meninggal  dunia dan dimakamkan menggunakan standar operasional prosedur (SOP) pasien positif corona. Sebelumnya, warga ini berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

”Walau belum dipastikan positif Covid-19, namun segala prosedur pemakamannya dilakukan sesuai dengan protokol penanganan Covid-19. Ini untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan. Keluarga juga sudah menyetujui,” ujar Camat Lumut Kadirun Hasibuan S.Pd didampingi Kepala Puskesmas Lumut dr Januari Manurung, Kamis (16/4/2020).

Bacaan Lainnya

Almarhum  meninggal sekitar pukul 15.00 WIB,  meninggalkan empat orang anak dan istri yang  saat ini sedang keadaan hamil.

Almarhum dimakamkan di pekuburan keluarga di Lingkungan III Kelurahan Sibabangun oleh Petugas Medis Tiga orang, Personil Polsek Sibabangun satu orang atas nama Brigadir Fiki Hambali dan dua orang annggota keluraga dengan menggenakan APD standar operasional prosedur (SOP) pasien positif corona.

Menurut keterangan pihak keluarga Almarhum, sekitar Tiga Minggu lalu, Almarhum masuk daftar ODP, namun setelah selasai masa pemantauan selama 14 hari, almarhum kembali bekerja membawa truk ikan PT ASSA ke Jakarta.

BACA JUGA : ODP Yang Meninggal di Tapteng Supir Thermoking PT ASSA di Pondok Batu Sarudik.

Minggu  (12/4/2020) almarhum  pulang dari Jakarta membawa truk termoking milik PT ASSA. Di perjalanan almarhum mengeluhkan kepada teman nya sesama supir jika kakinya kejang dan kebas, namun tidak mengeluhkan adanya sesak nafas.

Setiba di Siantar, Almarhum pulang dengan menumpang truk lain, namun sebelum tiba di Sibolga almarhum meminta kepada keluarga menjemputnya ke Poriaha.

Kamis (16/4) Sekitar pukul 11.00 WIB siang almarhum dijemput keluarga di Poriaha, dan tiba di rumahnya di Lingkungan X, Kelurahan Lumut sekira pukul 14.00 WIB dalam kondisi stabil dan Sempat makan.

Namun satu jam kemudian almarhum mengeluhkan kakinya yang sakit dan meninggal seketika.

Sementara itu, Sedikitnya 13 orang telah di isolasi mandiri termasuk ibu almarhum dan sopir yang menjemput almarhum ke Poriaha.(Jerry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.