Ametro Pandiangan Resmi Laporkan Kasus Penculikannya ke Polres Tapteng, Berikut Kronologi kejadiannya

  • Whatsapp
Foto : Ametro Pandiangan, keponakan Mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang, korban dugaan Penculikan menunjukkan surat LPnya ke Polres Tapteng

Sinarlintasnews.com | Tapteng – Ametro Pandiangan (34) Warga Lingkungan IV Desa Pargarutan, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah secara resmi melaporkan kasus dugaan penculikan terhadap dirinya ke Polres Tapteng yang terjadi pada Jumat (10/1/2020) beberapa hari lau di Desa Pargarutan.

Ametro menyatakan, Sesuai dengan Laporan Polisi No :LP/06/I/2020/RES-TAPTENG melaporkan peristiwa Tindak Pidana “Penculikan dan Penganiayaan” yang dilakukan oleh terlapor atas nama TS dan kawan-kawan.

Dijelaskannya, Kejadian penculikan tersebut terjadi Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, dirinya sedang berdiri dekat pertamini miliknya di Desa Pargarutan, Kecamatan Sorkam.

“Aku berdiri di samping ini, lalu dari arah Barus datang satu unit mobil Avanza warna putih parker tepat depan pertamini, lalu saya hampiri, karena saya pikir mau mengisi BBM. Lalu keluar 2 orang  mengenakan masker dan beryanya kepadaku, “Kamu Amet Situmeang ya” aku bilang “Tidak, saya bukan Amet Situmeang” lalu saya curiga dengan gerak-gerik mereka, sayapun mencoba untuk pergi, saat itu juga saya langsung di tangkap. Saya sempat melawan, lalu salah ditodongkan pistol dan berkata, “Saya Polisi”aku pun ikuti, Saya dibawa kemobil, didalam mobil ada tiga orang semuanya memakai masker lalu saya ditarik kedalam mobil, kemudian saya diapit dan leher saya dipiting (cekik).

Lalu, lanjut Ametro, saya di bawa kearah Sibolga. Setibanya di Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng, saya dibawa ke belakang Lacky Café sekitar pukul 20.00 WIB kalau tidak salah, disana ada lapangan, lalu saya diturunkan dan disuruh mengeluarkan semua isi kantong saya.

Sayapun keluarkan, di kantong celana sebelah kanan saya ada sedikit uang, itu juga saya keluarkan jatuhkan semua ketanah. Kemuadian saya disuruh membuaka, tapi saya tidak mau, karena saya merasa tidak ada apa-apa saya simpan apapun. Kemudian salah seorang mengambil uang itu, dan berkata apa ini, saya bilang kenapa jadi ada disitu, karena ada dua bungkus kecil serbuk putih, saya bilang itu nsaya tidak tau, itu bukan milik saya.

Saat itu juga saya langsung dipukuli, muka, kepala dipukul, dada ditendang, saya tak mampu melawan, kemuadian saya diborgol.

Selanjutnya, dari tiga dari lima orang itu, pergi entah kemana, ada beberapa lama kemudian mereka kembali. Tak lama kemudian beberapa orang personil Polres Tapteng datang, kemuadian saya langsung dites urine dilokasi itu juga, tapi hasilnya negative.

Setelah itu sayapun dibawa ke Polres Tapteng untuk dimintai keterangan dan di BAP, disana saya jelaskan semuanya tanpa sedikitpun saya sembunyikan.

Setelah saya telusuri saya dapat info kalau yang menagkap saya itu adalah  oknum Brimob ajudan Bupati Tapteng.

Saya tidak tau apa motif penculikan saya ini, apakah ini ada factor politik, mengingat hubungan paman saya Raja Bonaran Situmeang yang tak lain mantan Bupati Tapteng memliki hubungan yang tidak baik dengan bupati saat ini, sehingga diperlakukan ini kepada saya.

Mungkin saja kalau seandainya tidak ada orang yang melihat saya pada saat saya di culik itu, saya tidak tau apa yang diperbuat kepada saya. Bisa saja saya dihilangkan untuk selamamnya. Untuk itu saya benar-benar berharap agar kejadian ini segera diungkap kebenarannya,” ujar Ametro.

Simak Video selengkapnya dibawah ini 

 

Polres Tapteng bersikap netral tanpa ada kekerasan dan intimidasi

Ametro mengaku, selama ditahan dan diperiksa dipolres Tapteng, dirinya diperlakukan dengan baik.

“Saya akui, saya diperiksa dengan baik, sesuai dengan peraturan dan prosedur diperlakukan dengan baik, jujur saya sangat mengapresiasi pelayanan di Polres Tapteng. Kejadian ini juga sudah saya surati Ke Mabes Polri dan juga melaporkan serta meminta perlindungan hukum ke Presiden, ” teranganya.

Terima kasih kepada Kapolres Tapanuli Tengah  dan Jajarannya

Pada kesempatan itu juga, Ametro Pandiangan juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Kapolres Tapateng AKBP Sukamat dan Jajarannya yang telah menangani dan memeriksa kejadian penculikan dan tudingan kepemilikan narkoba kepadanya secara professional.

“Saya Ametro Pandiangan korban penculikan pada Jumat 10 Januari 2020 beberapa hari lalu, mengucapkan terimakasih banyak kepada Kapolres Tapteng, Bapak AKBP Sukamat dan Jajarannya yang telah menangani dan memeriksa kasus saya ini dengan professional. dan saya berharap agar kasus saya ini segera di ungkap apa motif dan dalang dibalik penculikan saya, terimakasih sekali lagi saya ucapkan,” ujar Ametro.(red)

Simak Videonya dibawah ini

 

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.