Sabirin Siahaan : Jangan Asal Ngomong Kadis Pendidikan Kota Subulussalam Korupsi, Walikota Diminta Pecat Kepsek

  • Whatsapp
Sabirin Siahaan foto bersama dengan Siswa Siswi SD di Kota Subulussalam

Sinarlintasnews.com | Subulussalam – Ketua Lembaga Swadaya MAsyarakat (LSM) Noorwangsanegara Sabirin Siahaan menegaskan pembuktian dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kota Subulusalam.

Pasalnya, akhir-akhir ini beredar pemberitaan tentang Kadis Pendidikan Kota Subulussalam melakukan Korupsi dana Kegiatan Rehabilitasi RKB dan dana Pembangunan MCK, selain itu juga melakukan pungutan liar atau pemangkasan dana anggaran kepada kepala sekolah.  tersebut sudah mencoret dunia pendidikan dan juga Pemko Kota Subulussalam, sebab didalam isu yang beredar beberapa orang oknum pejabat Pemko Subulussalam turut terlibat dalam kasus yang beredar.

Bacaan Lainnya

“Beredar isu dalam pemeritaan Kadis Pendidikan Subulussalam melakukan Korupsi dan juga pungutan liar, dalam masalah ini juga terlibat 4 orang pejabat Pemko. Jadi ini harus dibuktikan, jangan hanya isu yang tidak benar dan ini harus dipertanggung jawabkan” kata Sabirin, Jumat (25/10/2019).

Berdasarkan informasi tersebut, Sabirin meminta Satuan Saber Pungli dan Pihak KPK untuk mengusut tuntas isu yang beredar, sebab sumber isu tersebut tak lain adalah alah seorang kepala sekolah. Menurutnya, meski didalam pemeberitaan tidak mencatumkan nama-nama oknum bukan berarti tidak bisa dicari.

“Kita meminta para penegak hukum dan instasi terkait mengusut tuntas masalah ini dan harus dipertanggung jawabkan didepan hukum, karena yang beradar  15 s/d 16 % dari 10 Milyar  yang dikorupsikan, jadi itu bukan uang yang sedikit,” ungkapnya.

Selain itu, Sabirin juga meminta Walikota Subulusslam untuk segera memecat oknum kepala sekolah yang menyebarkan isu tersebut bila nantinya isu tersebut tidak dapat dibuktikan dan memberikan bukti-bukti yang konkrit. Sebab menurut Sabirin, Kadis Pendidika Pemko Subulussalam selama ini sudah bekerja maksimal, bahkan Pemko Subulussam mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Untuk mendapatkan DAK dari kementerian pendidikan bukan pekerjaan enteng, penuh dengan liku – liku, butuh penanganan serius dari orang – orang berkompeten dan professional. Sebab tidak semua daerah berkesempatan mendapatkan program DAK, sama halnya untuk mendapatkan program Rehabilitasi dan bangunan MCK baru. Dan Kota Subulussalam salah satu yang berhasil meraih program tersebut dengan terbangunnya Sebanyak 26 SD dan SMP,” Katanya.

Dikatakannya, didalam Permendikbud RI No. 1 Tahun 2019 tentang Juknis DAK Fisik Bidang Pendidikan dalam Pasal 1 ayat (1) ” Dana Alokasi Khusus Bidang Pendidikan yang selanjutnya disebut DAK Fisik Bidang Pendidikan adalah dana yang dialokasikan dalam anggaran pendapatan belanja negara kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk mendanai kebutuhan sarana dan/atau prasarana bidang pendidikan yang merupakan urusan daerah.

Didalam pengusulannya kekemendikbud RI, semua data harus singkron dengan dapodik dan sejumlah persyaratan lainnya yang harus dipenuhi dan itu dicari, dipenuhi, dilengkapi oleh dinas pendidikan, semua daerah Kab/Kota bersaing dan saling berpacu untuk mendapatkan program DAK Fisik Bidang Pendidikan karena dinas pendidikan menyadari 20% dari APBK belum mampu memenuhi kebutuan Rehabiltasi dan bangunan baru setiap tahunnya di kota subulussalam untuk memenuhi kebutuhan peningkatan sarana/prasarana pendidikan.

“Itu sebabnya kita secara tegas meminta agar kasus ini segera diselesaikan, dengan menunjukkan bukti-bukt baik yang katanya di korupsikan maupun masalah pungli itu. Tidak boleh ini dibiarkan, karena akan menjadi boomerang di Pemko Subulussalam,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sabirin juga mengatakan, Seharusnya Kadis Pendidkan Kota Subulussalam layak mendapatkan apresiasi dan penghormatan, yang telah membawa banyak perubahan peningkatan pendidikan maupun pembangunan sekolah, kebijakan dalam penanganan dari 20% APBK untuk mendanai pendidikan, juga untuk mensejahterakan guru honor, sebab hal tersebut masih membutuhkan kerja keras pejabat baik Eksekutuf dan Legeslatif.

“Kita harusnya mendukung pemerintah bukan malah memperburuk kinerja pemerintah, akan tetapi bila itu bisa kita buktikan dimana letak kesalahannya, mari kita sama-sama tindak lanjuti, tapi jangan hanya katanya kekatanya, bukti fakta yang kita butuhkan. Secara peribadi saya juga mengapresiasi kinerja Kadis Pendidikan Kota Subulussalam saat ini, karena saya menilai beliau sudah bekerja maksimal dan sesuai tufoksinya,” (Syahbudin Padang).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.