Tapanuli Tengah – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) terus menunjukkan komitmennya dalam menekan angka stunting. Melalui kegiatan Aksi 1 Analisa Situasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025, Pemkab Tapteng memperkuat koordinasi lintas sektor di Kafe Matahari Mangga Dua, Pandan, Kamis (9/10/2025).
Kegiatan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Tapteng, Jonnedy Marbun, S.Pd, mewakili Bupati Masinton Pasaribu, SH, MH. Dalam sambutan bupati, ditegaskan bahwa stunting adalah ancaman serius terhadap kualitas SDM dan daya saing bangsa, sehingga percepatan penanganannya menjadi prioritas nasional.
Berdasarkan SSGI 2024, angka stunting di Tapteng mencapai 32,3%, meningkat dari tahun sebelumnya 23,8%. Pemerintah menargetkan penurunan hingga 18,8% pada tahun 2025, melalui langkah kolaboratif yang melibatkan seluruh perangkat daerah, stakeholder, dan masyarakat.
Sementara itu, Plt Kadis PPKB Tapteng, Sondang Rosmauli Malau, SKM, menegaskan pentingnya kolaborasi dan penyamaan persepsi antarinstansi agar rencana aksi percepatan penurunan stunting dapat berjalan efektif.
Kegiatan ini turut dihadiri Tenaga Ahli Gizi LGCB ASR Bangda Kemendagri, OPD, camat, kepala puskesmas, serta TPPS kabupaten hingga desa. Acara juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama pengisian data Web Bangda.
“Stunting bukan takdir, tapi tanggung jawab bersama untuk masa depan generasi yang sehat dan unggul,” tegas Jonnedy.
Tidak ada komentar