Tapanuli Tengah | Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, SKep.Ns.MKes,AKK mengawal langsung proses penanganan kesehatan Mustaqim Nasution (21) warga Desa Kedai Gedang, Kecamatan Barus penderita stunting dan polio yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan untuk mendapatkan perawatan intensif kembali kerumanya.
Dilokasi juga tampak hadir Camat Barus, Sanggap Panggabean, Lurah dan pihak Puskesmas Kedai Tiga menyambut kepulangan Mustaqim usai pendapat perawatan.
“Hari ini kami sudah mengantarkan pasien ini ke rumahnya di kedai Gedang Barus karena memang kesehatannya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya dan sudah bisa rawat jalan,” kata Lisna pada selasa (22/7/25).
Lisna menyatakan, meski sudah diperbolehkan kembali kerumah, namun penanganan kesehatan pasien akan terus dilakukan secara rutin melalui Puskesmas Kedai Tiga Barus.
“Penanganan pasien sudah dititipkan di Puskesmas Kedai Tiga sesuai perintah pak Bupati atas permintaan orang tua pasien. Jadi penanganan kesehatan pasien terus dilakukan, termasuk pemberian makanan tambahan untuk menjaga kestabilan gizi pasien yang dipandu langsung pihak Puskesmas Kedai Tiga,” Jelasnya.
Selain itu, untuk memastikan kesehatan dan penanganan pasien, Lisna menyatakan akan melakukan komunikasi rutin dengan orang tua pasien.
“Saya akan pantau langsung penanganan kesehatan pasien ini, tadi saya sudah sampikan kepada orang tuanya agar tidak ragu menyampikan keluhan dan juga saya sudah meminta perawat yang menangani pasien untuk melaporkan secara rutin tentang perkembangan kesehatan pasien,” ujarnya.
Lisna juga menyatakan, saat ini Dinas Kesehatan Tapteng terus berupaya penurunan angka stunting yang dilakukan secara komprehensif, mulai dari deteksi dini hingga terapi lanjutan, termasuk rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap jika diperlukan. Pencegahan stunting melalui berbagai program dan kegiatan, seperti penyuluhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak di Posyandu, serta memastikan ketersediaan dan akses terhadap layanan kesehatan.
“Jadi perlu kami sampaikan, bahwa saat ini masyarakat Tapteng khusunya tidak perlu takut untuk berobat disetiap fasilitas kesehatan yang tersedia di Tapteng baik itu RSUD. Jangan takut kalau BPJS nya belum aktif, dipastikan kami akan aktifkan, apa lagi kita punya program UHC. Jadi setiap warga Tapteng yang sakit dipastikan harus mendapatkan akses pelayanan melalui program UHC. Kami dari Dinas Kesehatan juga akan bersinergi dengan Camat, Lurah, Kepala Desa agar warga tidak perlu lagiu ragu uyntuk berobat,” ujarnya.
Sementara itu, Sanggam Panggabean selaku Camat Barus juga tak lupa menyampikan terima kasih kepada Bupati Tapteng dan Dinas Kesehatan, RSUD Pandan dan seluruh perawat yang terlibat dalam penanganan dan perawatan kesegatan Mustaqim yang 20 tahun lebih luput dari perhatian pemerintah.
“Jujur saja, saya sangat sedih setelah mengetahui dan mendengar orang tua pasian ini. coba bayangkan 20 tahun lebih tidak luput dari perhatian, bahkan keluarga ini juga tidak pernah mendapat bantuan apapun dari pemerintah. padahal mereka ini sangat layak. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pak Bupati dan juga ibu Kabid kesehatan yang respon cepat terhadap warga kita ini,” kata Sanggam Panggabean sambil meneteskan air mata.
Meski demikian, Sanggam juga meminta maaf kepada keluarga pasien yang selama ini seakan terabaikan dan tidak diperhatikan baik itu dari penanganan pasien dan maupun bantuan pemerintah yang seharusnya sudah merupakan hak mereka untuk menerima.
“Mohon maaf atas kelalaian selama ini, Kebetulan juga selama ini tidak berdomisili disini tapi di Pandan, saya juga baru diberi kepercayaan untuk menjabat Camat Barus dari 2024 kemarin, makanya baru tau kalau ada warga kita yang terabaikan selama 20 tahun ini. Jadi orang bapak ibu jangan raku, kalau ada keluhan sampaikan kepada kami, apa lagi soal perawatan pasien. sesuai jargon pak Bupati saat ini Tapteng Sudah Naik Kelas dan Adil Untuk semua, jadi tidak perlu lagi ada rasa takut,” terang Sanggam. (Jerry).
Tidak ada komentar