x

Apel Kesadaran Nasional di Pandan, Camat Tegaskan Tak Ada Toleransi bagi Aparatur yang Bermain-main

waktu baca 3 menit
Senin, 18 Mei 2026 16:08 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Suasana tegas mewarnai pelaksanaan Apel Kesadaran Nasional yang digelar di Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (18/5/2026). Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatanganan fakta integritas itu diikuti para lurah, kepala desa, hingga kepala lingkungan se-Kecamatan Pandan.

Sejak awal kegiatan, seluruh peserta mengikuti rangkaian apel dengan tertib. Pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Panca Korps menjadi pembuka sebelum dilanjutkan dengan penandatanganan fakta integritas oleh pejabat golongan IV serta para kepala lingkungan (kepling), termasuk Lurah Muara Nibung bersama kepala lingkungan dan dusun Maradop Panggabean.

Dokumen fakta integritas tersebut kemudian diserahkan kepada Sekretaris Camat (Sekcam) Horan Jawa sebagai bentuk komitmen aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Dalam arahannya, Camat Pandan, Toumbur Rajagukguk, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab aparatur pemerintah. Ia menyoroti masih banyaknya keluhan masyarakat yang dinilai harus segera ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Menurutnya, aparatur pemerintah tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga lingkungan disebut menjadi kunci agar persoalan masyarakat dapat diselesaikan lebih cepat.

“Jangan bekerja sendiri-sendiri. Jika berkolaborasi dengan pemerintah kelurahan, penanganan akan lebih cepat. Kita ingin masyarakat segera terbantu,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Tak hanya soal pelayanan, Toumbur juga memberi perhatian serius terhadap persoalan penyaluran bantuan bencana. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi bantuan yang mengalami pengurangan ketika sampai ke tangan masyarakat.

“Bupati selalu menekankan soal bantuan bencana. Jangan sampai bantuan itu berkurang saat sampai ke masyarakat. Ini tidak boleh terjadi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Camat Pandan juga mengingatkan seluruh aparatur agar tidak mempersulit masyarakat dalam pengurusan pelayanan administrasi maupun urusan pemerintahan lainnya. Ia menegaskan aparatur pemerintah merupakan pelayan masyarakat, bukan pihak yang harus dilayani.

“Kita ini abdi masyarakat. Kita yang melayani, bukan dilayani. Jangan sampai ada pungutan liar yang justru merugikan diri sendiri,” katanya.

Pernyataan paling tegas disampaikan saat membahas fakta integritas yang baru saja ditandatangani. Toumbur menegaskan dokumen tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Setelah ini saya tidak peduli, jika ada yang salah akan langsung ditindak. Kita harus sadar fungsi, tugas, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti tingkat kehadiran kepala lingkungan dalam kegiatan tersebut. Dari total 82 kepala lingkungan, masih terdapat beberapa yang belum hadir. Hal itu, menurutnya, menjadi catatan penting terkait keseriusan aparatur dalam menjalankan tugas.

Meski demikian, Toumbur memastikan akan memberikan perlindungan kepada aparatur yang bekerja secara baik, konsisten, dan profesional meskipun mendapat tekanan atau kritik dari masyarakat.

“Kalau bapak ibu konsisten bekerja dengan baik, saya akan lindungi. Tapi jangan ada yang main-main dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.(red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x