x

SENTRIS BATARA Minta Masyarakat Jangan Mudah Percaya Informasi Simpang Siur Soal Bantuan Bencana

waktu baca 3 menit
Jumat, 15 Mei 2026 00:07 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Menanggapi maraknya informasi simpang siur di berbagai platform media sosial terkait penanganan kebencanaan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tim Sentra Informasi Strategis dan Analysis (SENTRIS BATARA) angkat bicara.

Koordinator SENTRIS BATARA, Faisal Lubis menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak jelas sumbernya berpotensi menyesatkan masyarakat, khususnya para korban terdampak bencana yang saat ini masih menunggu berbagai proses bantuan dari pemerintah.

Menurut Faisal, belakangan ini banyak informasi yang berkembang di media sosial terkait bantuan Jaminan Hidup (Jadup), bantuan rumah rusak ringan, sedang, berat, hingga bantuan pelaku UMKM terdampak bencana. Namun, sebagian informasi tersebut dinilai tidak utuh, bahkan ada yang tidak sesuai dengan mekanisme resmi pemerintah.

“Informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan masyarakat. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya terhadap informasi yang beredar sebelum memastikan sumber dan kebenarannya,” tegas Faisal, Kamis (14/5/2026).

Faisal menjelaskan, proses penanganan bantuan kebencanaan memiliki tahapan administrasi yang ketat dan harus melalui verifikasi berlapis mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga pemerintah pusat.

Untuk bantuan Jadup misalnya, data penerima terlebih dahulu diinput oleh petugas berdasarkan hasil pendataan korban terdampak di lapangan. Setelah itu dilakukan verifikasi identitas, pengecekan kesesuaian dokumen kependudukan, kondisi korban, serta validasi agar tidak terjadi data ganda.

Selanjutnya, data yang telah diverifikasi akan direkap oleh pemerintah daerah dan dikirim secara resmi melalui sistem pelaporan kebencanaan kepada kementerian terkait untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan sebelum bantuan dapat dicairkan.

“Setiap nama penerima harus benar-benar valid. Pemerintah tidak bisa sembarangan memasukkan data karena seluruh proses diawasi dan diverifikasi kembali oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Sementara untuk bantuan rumah rusak, Faisal menerangkan bahwa penentuan kategori rusak ringan, sedang, dan berat dilakukan berdasarkan hasil assessment atau penilaian teknis dari tim yang berwenang di lapangan.

Kategori rumah rusak ringan meliputi kerusakan kecil yang masih memungkinkan rumah dihuni. Kerusakan sedang merupakan kondisi bangunan yang sebagian strukturnya mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan cukup besar. Sedangkan rumah rusak berat adalah bangunan yang mengalami kerusakan mayor hingga tidak layak ditempati.

Data tersebut kemudian dilengkapi dengan dokumentasi, titik koordinat lokasi, identitas pemilik rumah, serta berita acara pemeriksaan sebelum diusulkan ke pemerintah pusat.

Faisal juga menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah masih terus bekerja keras memperjuangkan hak-hak masyarakat terdampak bencana.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap aktif melakukan koordinasi dan pengusulan berbagai bantuan, termasuk bantuan santunan kematian bagi korban bencana, baik korban yang telah ditemukan maupun korban yang hingga kini belum ditemukan pascabencana.

“Pemkab Tapanuli Tengah tidak tinggal diam. Semua proses terus diperjuangkan agar hak masyarakat bisa dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Selain itu, SENTRIS BATARA juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Masyarakat diminta terlebih dahulu mencari tahu sumber informasi sebelum mempercayai ataupun membagikannya kepada orang lain.

Faisal memaparkan beberapa langkah sederhana untuk memastikan kebenaran suatu informasi, di antaranya memastikan informasi berasal dari instansi resmi pemerintah, memeriksa apakah berita dimuat media terpercaya, melihat tanggal publikasi informasi, serta tidak mudah percaya terhadap unggahan yang hanya berupa tangkapan layar tanpa sumber jelas dan hanya sekedar suatu status facebook dengan hanya kata duga.

Masyarakat juga diminta membandingkan informasi dari beberapa sumber berbeda agar dapat mengetahui apakah informasi tersebut benar atau hanya sekadar opini maupun isu yang belum terbukti.

“Jangan mudah terpancing judul provokatif atau informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan kepanikan. Pastikan dulu kebenarannya melalui sumber resmi,” ujarnya.

SENTRIS BATARA berharap masyarakat tetap tenang dan mendukung seluruh proses penanganan kebencanaan yang sedang dilakukan pemerintah. Edukasi dan literasi informasi dinilai sangat penting agar masyarakat tidak menjadi korban hoaks maupun informasi menyesatkan di tengah situasi bencana. (Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x