x

Tiga Ton Pipa Besi Aset PDAM Mual Nauli Raib Digasak Maling Tanpa Tindak Hukum

waktu baca 3 menit
Selasa, 12 Mei 2026 18:32 sinarlintas

Tapanuli Tengah | Kasus pencurian pipa gip/besi berdiameter 10 inci milik PDAM Mual Nauli yang terjadi di Desa Sipan, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah pada Kamis (16/4/2026) hingga kini belum menunjukkan tindak lanjut yang jelas. Hilangnya aset milik Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut memunculkan sorotan publik lantaran dinilai terkesan dibiarkan tanpa penanganan serius dari pihak PDAM maupun Pemkab Tapteng.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pipa besi milik PDAM Mual Nauli itu dicuri oleh sekelompok orang dengan cara dipotong menggunakan mesin gerinda. Sedikitnya sekitar tiga ton besi hasil curian kemudian diangkut menggunakan mobil Colt Diesel.

Namun saat proses pengangkutan, mobil yang juga ditumpangi penadah besi itu mengalami kecelakaan tunggal dan terguling akibat muatan yang tidak seimbang. Akibat insiden tersebut, tiga orang yang berada di dalam kendaraan, termasuk seorang penadah, dikabarkan mengalami patah tulang dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Meski peristiwa tersebut sempat menjadi perhatian warga, hingga kini belum terdengar adanya proses hukum yang berjalan ataupun penetapan tersangka dalam kasus pencurian aset daerah tersebut.

Tenaga Ahli PDAM Mual Nauli, Bernardo Lumbangaol, saat dikonfirmasi membenarkan adanya pencurian pipa milik PDAM tersebut. Ia menyebutkan, penanganan kasus sebelumnya telah dikuasakan kepada Raju Firmanda Hutagalung selaku Staf Ahli Direktur Bidang Kehumasan berdasarkan surat tugas yang ditandatangani Plt Direktur PDAM Mual Nauli, Binsar TH Sitanggang.

“Memang benar ada kejadian itu. Sebelumnya kasus ini sudah dikuasakan kepada Raju Firmanda Hutagalung selaku Staf Ahli Direktur bidang kehumasan untuk menindaklanjuti kasus ini sampai ke pelaporan ke polisi. Tapi sampai hari ini kami juga belum mendapat kabar bagaimana perkembangan tindak lanjutnya,” ujar Bernardo, Senin (12/5/2026).

Ia mengungkapkan, jumlah pipa yang dicuri diperkirakan mencapai sekitar tiga ton. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, aksi pencurian tersebut diduga bukan pertama kali terjadi.

“Kalau tidak salah ini sudah yang ketiga kali. Bahkan penadah besinya sebenarnya sudah diketahui. Saat itu mereka dirawat di rumah sakit karena mengalami patah tulang saat mobil pengangkut pipa terguling,” katanya.

Bernardo menegaskan, pihaknya tidak ingin kasus tersebut terus berulang akibat lemahnya penanganan. Ia memastikan persoalan itu akan tetap diproses hingga tuntas.

“Kalau belum ada hasil dari tindak lanjut sebelumnya, maka ini akan saya ambil alih dan membuat laporan polisi secara resmi. Kalau ini tidak ditindaklanjuti, bisa-bisa hal seperti ini terus terjadi. Apalagi informasinya sudah tiga kali kejadian. Jadi tidak boleh lagi dilakukan pembiaran,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat memberikan waktu kepada pihak PDAM untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dan berjanji akan membuka perkembangan kasus itu secara terang-benderang kepada publik.

“Kami pastikan ini ditindaklanjuti. Kami berharap masyarakat memberikan kami waktu untuk menindaklanjuti kasus ini. Nantinya akan kami buka secara terang-benderang kepada publik,” pungkasnya.(red).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x