LTAPANULI TENGAH – Pascabencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah pada 25 November 2025, Dinas Pendidikan setempat terus mendorong penerapan pembelajaran menyenangkan di seluruh satuan pendidikan.
Pendekatan ini dilakukan guna menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan partisipatif, sehingga siswa merasa nyaman serta termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah, Johannes Simanjuntak, S.Pd., M.M., pada Sabtu (21/2/2026) menjelaskan bahwa metode pembelajaran menyenangkan diterapkan melalui berbagai kegiatan interaktif, seperti diskusi kelompok dan permainan edukatif.
“Pascabencana alam, kami melaksanakan pembelajaran menyenangkan untuk meningkatkan semangat belajar sekaligus kualitas pendidikan,” ujar Johannes.
Selain itu, Dinas Pendidikan Tapteng juga meluncurkan KSP (Kurikulum Satuan Pendidikan) Kebencanaan yang berfokus pada pembentukan sekolah tangguh bencana dan penguatan mitigasi kebencanaan.
Program tersebut turut mencakup pelatihan psikososial bagi guru, penanaman nilai kearifan lokal, serta penetapan standar operasional prosedur (SOP) sekolah yang peduli terhadap lingkungan.
Upaya lain yang dilakukan antara lain pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) di setiap satuan pendidikan, penanaman pohon dan bunga di lingkungan sekolah, serta pembenahan sarana sekolah melalui pengecatan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Dinas Pendidikan Tapanuli Tengah berharap layanan dasar pendidikan dapat kembali optimal di seluruh satuan pendidikan pascabencana.(red).
Tidak ada komentar