Usut Dugaan Penculikan di Tapteng, AMP-TTGelar Unjuk Rasa di Polda Sumut, Massa Serahkan Bukti Baru

  • Whatsapp

MEDAN | SINARLINTASNEWS.com – Sejumlah Masyarakat mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMP-TT) melakukan aksi Unjuk Rasa didepan pintu masuk Polda Sumatera Utara menuntut kejelasan penanganan dugaan kasus penculikan Ametro Pandiangan (Keponakan Mantan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang) yang sudah tepat satu bulan lamanya sejak tanggal 10 Januari 2020 lalu masih belum mendapatkan hasil penyelidikan dari pihak Kepolisian.

Dalam orasi yang disampaikan Daniel Lumban Tobing selaku Kordinator Aksi mengaku sangat prihatin atas kejadian dugaan penculikan tersebut. Menurutnya, Kasus tersebut menjadi momok yang meresahkan masyarakat, sehingga sangat disayangkan kasus tersebut hingga sampai saat ini masih belum dapat diungkap motif dan dalang dari dugaan penculikan tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sudah satu bulan lamanya kasus ini masih belum dapat diungkap apa motif dan siap actor yang menjadi dalang dari peculikan Ametro Pandiangan ini. Kita heran, apa yang membuat polisi menjadi kesulitan dalam penangnan kasus ini, sementara sudah jelas pelakunya adalah Salah satu Oknum Brimob yang tak lain adalah ajudan Bupati Tapanuli Tengah,” Kata Daniel.

Pada kesempatan itu juga, para peserta aksi yang membawakan televise memutar salah  Youtube yang mereka dapatkan dari salah satu chanel dengan judul “Buapi Tapteng nyatakan miliki video pengkuan tersangka dapatkan narkoba dari Lapas Klas IIA Tukka” yang diunggah empat bulan lalu oleh Abdullah Nasution.

Daniel mengungkapkan, dalam video tersebut, Bupati Tapanuli Tengah Bahktiar Ahmad Sibarani menyebutkan, “setahun dua tahun ini kamu sudah tutup tempat maksiat, ada tim yang mengurus itu. Ini masuk narkoba, ini masalah yang sangat komplit karena melibatkan banyak orang dan uang banyak beredar. Tapi kita bukan takut, kita turun, menagkappun saya ikut begitu dapat informasi. Sekarang para kepala desa, kepling, tokoh-tokoh masyarakat di tim Badar, teman-teman saya, nomor Hadphone saya nomor saya sudah ada, satu nomor hadphone saya dari dulu sampai sekarang belum pernah berganti.

Begitu ada terindikasi disana ada norkoba pak bupati lapor ke saya saya akan lapor ke Polisi, kalau tidak saya akan turunkan ajudan saya, ajudan saya Polisi juga, turun. Saya ajak Polsek, saya ajak dari Polres, ayo sama-sama informasi kami ini. Tapi jangan tau Tim, jangan tau yang lain, ayo turun kita, tangkap, sudah berapa kami dapat, sudah 17 atau berapa ya, dapat kami informasi kami teruskan dan semua tertangkap gak ada yang gak ketangkap” ungkap Daniel menyikapi secara singkat sebagian dari video tersebut.

Berikut video tersebut.

Dari ungkapan tersebut menurut Daniel, dapat menjadi salah satu bukti  untuk mempercepat proses penyelidikan terkait kasus dugaan penculikan terhadap Aetro Pandiangan. Bukti Video tersebut juga mereka serahkan kepada pihak Kepolisian Polda Sumatera Utara.

Sementara itu, Kaur Penum Polda Sumut, Kompol T Matanari yang menerima para peserta aksi mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Tapteng untuk melakukan penyidikan ulang terkait kasus tersebut.

“Terkait kasus ini, pihak kita sudah berkordinasi dengan Polres Tapanuli Tengah. Kita ketahui bersama, tidak bisa menagkap orang jika tidak ada bukti, maka itu. Video yang diberi akan kami pelajari dahulu,”ungkap Kompol T Matanari yang datang menghampiri para peserta aksi.

Sementara dalam Press Release yang diterima Sinarlintasnews.com pada 10 Januari 2020 dari para peserta Aksi yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMP-TT) menyatakan, Satu bulan sudah sejak (10 Januari 2020 – 10 Pebruari 2020)  penculikan Ametro Pandiangan (ponakan Bonaran Situmeang) terjadi,  yang dilakukan Ajudan Bupati Tapanuli Tengah saat ini BAKHTIAR AHMAD SIBARANI, namun hingga saat ini tidak ada tindakan yang jelas dari Penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara tentang perkembangan Kasus ini.

Keadaan tersebut sangat memprihatinkan dan menghawatirkan mengingat penculikan adalah kejahatan keras yang menimbulkan rasa khawatir dan meresahkan masyarakat.

Entah apa yang menyebabkan perkara ini penyidikannya sangat lamban karena hingga saat ini Polda Sumatera belum pernah mempublis (mengumumkan ke masyarakat) tentang siapa pelaku dan dalang penculikan ini.

Rasa khawatir dan keresahan masyarakat ini seharusnya menjadi tantangan bagi Polda Sumatera Utara dan Jajarannya untuk segera menangkap PELAKU dan DALANG penculikan tersebut,  sehingga rasa damai segera menghampiri kembali masyarakat Tapanuli Tengah.

Sesulit apakah Polisi mengungkap dan  menangkap PELAKU dan DALANG  penculikan terhadap Ametro Pandiangan tersebut?

Apakah karena pelakunya seorang Ajudan Bupati, yang dapat menyeret nama penguasa di Tapanuli Tengah  sehingga banyak tangan-tangan yang berusaha menghalang-halangi Polisi bekerja dan berupaya agar kasus penculikan ini tidak terbukti?

Jika ini yang terjadi seharusnya Polisi harus menghapus slogan yang mentreng itu, polisi akan bertindak PROMOTER, Profesional, Modern dan Terpercaya, percuma itu semua, hanya slogan semu yang enak di dengar sulit di laksanakan.

Masih membekas di sanubari kami Kami Aliansi Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMP-TT), Polda Sumut saat ini memiliki motto : Tidak Ada Tempat Bagi Penjahat di Sumut.

Kalau tidak  ada tempat bagi penjahat di Sumut, Pak Kapolda kemana Penjahat Penculikan dan  dalang Penculikan  Ametro? Apakah mereka sudah keluar/melarikan diri dari Sumut, sehingga Polda Sumut tidak mampu menangkap mereka?

Kami  Aliansi Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMP-TT) mendukung Penuh Kapolda Sumatera Utara : Bapak Irjen Pol. Martuani Sormin untuk membuka kasus ini dan menangkap PELAKU serta DALANG penculikan  AMETRO PANDIANGAN dan kami masih percaya dengan Slogan POLRI, bahwa Polri akan bekerja : Profesional, modern dan Terpercaya, dan kami mendukung penuh agar Polda Sumut mampu mewujudkan mottonya : Tidak Ada Tempat Bagi Penjahat di Sumut.

Sebagai bentuk riel dukungan kami tersebut dengan ini Kami  Aliansi Masyarakat Peduli Tapanuli Tengah (AMP-TT) mengantar bukti Vidio yang kami unggah dari Youtube, dengan judul : Bupati TapTeng nyatakan miliki vidio pengakuan tersangka dapatkan narkoba dari lapas klas II A Tukka. Vidio tersebut kami yakini  dapat membuktikan SIAPA DALANG PENCULIKAN terhadap Ametro Pandiangan , dimana dalam vidio tersebut pada minit ke 01.48 – 01.55, Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani mengeluarkan statement/mengatakan : “ … begitu ada terindikasi disana ada narkoba Pak Bupati, saya akan laporkan kepada Polisi kalau tidak, saya akan turunkan ajudan saya, ajudan saya Polisi juga….”

Dengan perkataan yang demikian adalah fakta yang tidak terbantahkan turunnya Ajudan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani menculik Ametro Pandiangan adalah atas perintah dari Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani sendiri.

Kami yakin dengan bukti ini, DALANG PENCULIKAN  Ametro Pandiangan yang selama ini masih misteri, saat ini menjadi terang benderang bahkan lebih terang dari cahaya.

 

# SELAMAT BEKERJA PAK SORMIN #

# SELAMAT BEKERJA PAK POLISI #

# SELAMAT MENANGKAP PELAKU PENCULIKAN #

# SELAMAT MENANGKAP DALANG PENCULIKAN #

 

Demikian Press Release ini kami buat.

Medan, 10 Pebruari 2020

Hormat Kami,

Koordinator Aksi, DANIEL TOBING

 

 

 

 

Reporter : Herman

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.