x

Bantuan TNI-AL Diduga Tak Sampai ke Warga, Lingkungan III Tukka Bergolak

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Feb 2026 17:14 sinarlintas

Tapanuli Tengah – Warga Lingkungan III Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, mempertanyakan kejelasan penyaluran bantuan sosial dari TNI Angkatan Laut (TNI-AL) Sibolga yang hingga kini disebut-sebut belum diterima masyarakat.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Pemerintah Kecamatan Tukka dan diterima oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Tukka Harianto Tambunan bersama Kepala Lingkungan III, Dina Tambunan, pada Rabu, 14 Januari 2026. Bantuan yang bersumber dari TNI-AL Sibolga itu terdiri dari 20 tabung LPG 12 kilogram, ember, selang air, pakaian baru, dandang, matras, makanan ringan, cangkul, dan sekop.

Namun, menurut pengakuan warga, bantuan tersebut hingga kini tidak pernah dibagikan kepada masyarakat Lingkungan III.

Aktivis masyarakat setempat, Hafrizal Tambunan, mengungkapkan adanya dugaan kuat penyimpangan dalam penyaluran bantuan tersebut. Ia menduga bantuan sosial itu justru diperjualbelikan oleh oknum yang diduga merupakan suruhan Kepala Lingkungan dan aparat Kecamatan Tukka.

“Sampai hari ini bantuan itu tidak pernah kami terima. Selang air, LPG 12 kilogram, pakaian, tikar plastik, matras, semuanya tidak jelas keberadaannya. Warga sama sekali tidak mengetahui di mana bantuan itu disimpan,” kata Hafrizal kepada sinarlintasnews.com, Kamis (4/2/2026) di Pandan.

Kecurigaan warga, kata Hafrizal, bermula saat adik Kepala Lingkungan III diduga menjajakkan tabung LPG 12 kilogram kepada pihak lain dengan harga Rp250 ribu per tabung. Ia menyebut LPG tersebut kini telah terjual.

“Kami menduga kuat bantuan itu diperjualbelikan. Ini bukan isu tanpa dasar, karena ada warga yang melihat langsung praktik penjualan LPG tersebut,” ujarnya.

Hafrizal juga menyebut warga telah berulang kali meminta Kepala Lingkungan III agar bantuan LPG dan bantuan lainnya segera dibagikan kepada masyarakat melalui komunikasi langsung via telepon seluler. Namun hingga kini, permintaan tersebut tidak pernah ditindaklanjuti.

“Sudah kami minta agar dibagikan kepada warga, tapi tidak ada realisasi sama sekali. Ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Camat Tukka agar bertindak tegas terhadap Kepala Lingkungan III dan oknum aparat yang diduga terlibat. Mereka juga meminta agar tidak ada upaya pembiaran maupun perlindungan terhadap pihak-pihak yang diduga mempermainkan bantuan sosial dari TNI-AL.

“Kami minta Camat Tukka bersikap tegas dan tidak memback up pelaku. Bantuan negara harus tepat sasaran, bukan dijadikan ajang mencari keuntungan,” pungkas Hafrizal.

Sementara itu, Camat Tukka, Munzir, saat dikonfirmasi menanggapi informasi tersebut menegaskan bahwa tudingan adanya praktik jual beli bantuan tidak benar. Ia menjelaskan, bantuan tabung gas tersebut berasal dari TNI-AL dan disalurkan kepada masyarakat melalui koordinasi kepala lingkungan.

Munzir mengakui adanya informasi yang beredar di tengah masyarakat, namun menurutnya terdapat perbedaan antara informasi yang diterima pihak kecamatan dengan isu yang berkembang. Ia menyebutkan, memang ada warga yang menerima tabung gas tersebut, namun mengalami kendala saat melakukan pengisian ulang karena tabung yang diberikan merupakan tabung gas non-subsidi.

“Kondisi itu yang membuat sebagian warga memilih menukar tabung gas non-subsidi tersebut dengan tabung gas 3 kilogram, menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing,” ujarnya.

Munzir menegaskan, keputusan penukaran tersebut merupakan hak pribadi warga dan tidak ada intervensi dari pihak kecamatan maupun aparat pemerintah. Menurutnya, hal itu murni berkaitan dengan kesanggupan warga dalam memenuhi biaya pengisian ulang tabung gas non-subsidi.(EB).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x