Foto: Wakil Ketua Karang Taruna Tapanuli Tengah, Doni Dwi Pranowo (kiri). Tapanuli Tengah — Wakil Ketua Karang Taruna Tapanuli Tengah, Doni Dwi Prabowo menyampaikan protes resmi terkait keputusan panitia Turnamen KNPI CUP 2025 yang menetapkan walk out (WO) terhadap tim Karang Taruna B. Dalam pernyataannya, pihak Karang Taruna menilai keputusan tersebut tidak adil dan diambil tanpa melalui proses yang transparan.
“Dengan ini, kami dari Tim Karang Taruna B menyatakan protes resmi atas keputusan panitia penyelenggara yang memutuskan tim kami WO. Kami merasa keputusan ini tidak adil dan tidak transparan,” ungkap Wakil Ketua Karang Taruna Tapteng dalam keterangannya, Kamis (08/08/2025).
Doni juga meminta penjelasan yang lebih rinci dari pihak penyelenggara mengenai dasar keputusan tersebut. Selain itu, mereka berharap adanya ruang dialog agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara adil dan profesional.
Dalam kronologi yang disampaikan, Doni Dwi Pranowo menyebutkan bahwa pada saat pertandingan memasuki babak kedua (half time), terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pemain. Namun, menurut Karang Taruna, justru pihak panitia penyelenggara yang turun langsung ke lapangan — sebuah tindakan yang dinilai melampaui kewenangan wasit.
“Wasit adalah satu-satunya pihak yang berwenang mengatur jalannya pertandingan. Tindakan panitia yang masuk ke lapangan tidak dapat dibenarkan. Justru inilah yang memicu kerusuhan dan memancing emosi penonton hingga terjadi kekacauan,” lanjut pernyataan tersebut.
Wakil Ketua Karang Taruna Tapteng ini berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi panitia penyelenggara. Mereka mendesak agar ke depan turnamen bisa dijalankan dengan lebih profesional serta menghormati peran wasit sebagai pemimpin di lapangan.
“Kami meminta klarifikasi lebih lanjut atas tindakan ini, serta berharap ada langkah nyata dari panitia untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa yang akan datang,” tutupnya. (Jerry).
Tidak ada komentar