Masyarakat Desa Sogar Minta Pj Bupati Tapteng Evaluasi Jabatan Kepala Desa Sogar

  • Whatsapp

Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Ratusan Masyarakat Desa Sogar, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sumatra Utara melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Tapanuli Tengah.

Dalam orasinya, Daniel Juliarto Simamora selaku Penanggung Jawab aksi meminta Pj Bupati Tapanuli Tengah Yetty Sembiring untuk mengevaluasi jabatan kepala Desa Sogar, Johan Wesley pada 30 Desember 2021 lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam tuntutannya menyebutkan, 1. Menolak terlantiknya Kepala Desa Sogar atas nama Johan Weslay, 2. Meminta Pj Bupati Tapanuli Tengah Yetty Sembiring untuk mengevaluasi pelantikan Johan weslay, 3. Meminta Pj Bupati Tapanuli Tengah mengusulkan pergantian kepala Desa Sogar Johan Weslay.

“Kami masyarakat Desa Sogar dengan keras menolak Johan Weslay sebagai Kepala Desa Sogar, karena pemenang saat pemilihan itu bukan Johan Wesley melainkan Miresis Marpaung. Johan Wesley bukan kepala desa terpilih, jadi kami minta Pj Bupati untuk mengganti Johan Wesley atau melakukan pemilihan ulang, ataupun mengangkat Plt Kepala Desa baru,” kata Daniel.

Dijelaskannya, saat pemiluhan kepala desa pada 20 Desember 2021 lalu, Sebanyak 85 desa dari 159 Desa se-Kabupaten Tapanuli Tengah mengikuti pemilihan Kepala Desa, diantaranya Desa Sogar. Saat pencoblosan dan penghitungan suara, Miresis Marpaung memperoleh 155 suara sedangkan Johan Wesley 123 suara. Namun anehnya yang dilantik Johan Wesley.

Sebelumnya, Proses pencalonan kepala desa Sogar sebelumnya diikuti 9 peserta, Lima orang dari desa setempat dan Empat orang dari desa lain, namun dari dari hasil leksus hanya meloloskan dua orang, yakni Johan Wesley dan Miresis Marpaung, sementara 7 orang lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Namun masyarakat Desa Sogar diperkirakan kurang menyukai selama kepemimpinan Johan Wesley, sehingga menciptakan suatu strategi dengan memanfaatkan aturan yang ada, Petahana diduga melakukan kerjasama dengan Miresis Marpaung untuk tidak hadir pada hari pencoblosan surat suara.

Dalam surat suara, No Urut 1 yaitu Johan Wesley ini merupakan Petahana, dan petahana ini sendiri kita duga kurang disenangi warga desa Sogar. Sedangkan Cakades No Urut 2 yaitu Miresis Marpaung yang merupakan pemenang dalam Pilkades. Dan pemenang ini diperkirakan sengaja dibuat petahana sebagai boneka saja, karena peraturan yang dibuat, bagi Cakades yang tidak hadir meski menang dinyatakan gugur, jadi patut kita menduga disini ada apa sebenarnya,” katanya.

“Untuk itu, kami masyarakat Desa Sogar meminta agar Johan Wesley dicopot dan diganti, Kami sepenuhnya mendukung Pj Bupati untuk mengevaluasi segala kejanggalan yang terjadi di Desa kami,” ujar Daniel.

Selain itu, Daniel juga menyatakan, Masyarakat Desa Sogar mendukung Pj Bupati Tapteng Yetty Sembiring untuk tidak takut menegakkan keadilan dan kebenaran di Kabupaten Tapanuli Tengah khususnya Desa Sogar.

“Sejauh ini roda pemerintahan di Desa Sogar tidak berjalan dengan baik, karena Masyarakat sendiri tidak menerima Johan Wesley sebagai kepala Desa, maka dari itu kami membuat suatu kebijakan agar Pj Bupati ibu Yetty Sembiring segera mengevaluasi masalah ini,” Pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem), Fadlan Satia Siregar, yang menerima massa unjuk rasa, meminta agar warga menghargai proses hukum yang sedang berjalan di PTUN Medan.

“Proses hukumnya kan sedang berjalan di PTUN. Kita tunggu inkrahnya dari hakim yang terhormat. Mudah mudahan tidak terlalu lama,” jawabnya.

Pantauan dilapangan, Puluhan Personil Polres Tapanuli Tengah turut melakukan pengamanan selama berlangsungnya aksi unjuk rasa.

Penulis : Jerry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.