Waka DPC Pemuda Batak Bersatu Tapteng Berang Nama Baiknya Dicemarkan

  • Whatsapp
Ket Foto : Bernad Siahaan Waka DPC Pemuda Batak Bersatu, Kabupaten Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Pernyataan Ridwan Hutabarat yang mencatut nama Bernad Siahaan (48) dalam pemberitaan sebelumnya dengan judul “Horas Hutagalung diduga melakukan penipuan, LKBH Sumatera desak Polres Tapteng Segera bertindak” menuai protes keras.

Menurut Bernad Siahaan yang merupakan orang kepercayaan Horas Hutagalung, pernyataan Ridwan Hutabarat tersebut merupakan tindak pidana pencemaran nama baik dan juga telah membuat laporan palsu, serta melakukan pembohongan publik.

Bacaan Lainnya

“ini pencemaran nama baik, Ridwan menyatakan saya yang menjemput barang material dari toko bangunannya. Itu tidak benar, saya tidak ada menjemput barang seperti yang diberitakan, apa lagi menipu atau gelapkan material bangunannya,”Ungkap Bernad Siahaan, Rabu (6/9/22).

Bernad Siahaan yang juga sebagai Wakil Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kabupaten Tapanuli Tengah menerangkan, Ridwan Hutabarat menagih utang sebesar Rp. 92.090.000,- dengan cara membawa beberapa lembar faktur pemesanan barang, namun barang material tersebut tidak pernah diterima dan diketahui kapan, dimana dan siapa yang menerima.

“Kami pernah mengorder, akan tetapi bukan sepeti yang tertera dalam faktur yang ditagih. total harga dan barang yang kami terima itu hanya Rp.11.330.000,-. Faktur faktur itu dia (Ridwan,red) tulis sendiri tapi barangnya tidak ada kami terima apa lagi yang katanya saya jemput, bahkan dalam faktur itu tidak ada tanda tangan saya,” kata Bernad.

Bernad menyatakan, Polres Tapteng sebelumnya telah melakukan mediasi mempertemukan mereka dengan Ridwan Hutabarat, pihaknya siap membayarkan tagihan yang mereka ketahui kepada Ridwan Hutabarat sebesar Rp.11.330.000, meski fakturnya tidak ada.

“Saat dilakukan mediasi, kami mau membayarkan sesuai dengan jumlah barang yang kami order dan itu sudah kami terima yaitu Rp. 11.330.000,- akan tetapi Ridwan bersikeras menyatakan kalau tagihan sebesar Rp.92.090.000,-. jadi biarlah nanti urusan hukum bagaimana jalan keluarnya,” katanya(red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.