Serap Aspirasi, ASSED Berikan Wawasan dan Strategi Merintis Dalam Mengembangkan Pengusaha Pengelolaan Ikan Asin di Kota Sibolga

  • Whatsapp
Edward Siahaan berbincang bincang dengan salah seorang pengelola ikan asin di Pintu Angin

Sibolga | Sinarlintasnews.com – Calon wakil kota dan wakil Wali Kota Sibolga Drs. H. Ahmad Sulhan Sitompul, MAP – Edward Siahaan blusukan di sejumlah tempat pengelolaan ikan asin di Pintu Angin Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga, Kamis (20/8/2020).

Warga Pintu angin menyambut hangat kedatangan Calon orang nomor dua Kota Sibolga Edward Siahaan disambut hangat oleh para nelayan sembari menyampaikan keluh kesah mereka terkait hasil tangkapan yang semakin merosot.

Bacaan Lainnya

Edward Siahaan memberikan pemaparan menyerap langsung aspirasi msyarakat. Pengelolaan ikan asin banyak dijadikan usaha warganya dan menjadi sumber mata pencaharian utama.

“Mata pencaharian sebagian penduduk disini tidak terlepas dari nelayan dan dunia perikanan. Sekaligus menjadi sumber utama ekonomi warga. Tentunya ini akan menjadi salah satu pusat perhatian kita kedepan, menjadikan para nelayan kecil ini lebih sejahtera lagi,” ungkapnya.

Dikatakannya, Kota Sinolga secara geografis merupakan, sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan. Perairan lautnya terdapat sumber daya laut yang melimpah. Dengan demikian, wilayah kita ini memiliki potensi yang cukup besar untuk dimanfaatkan secara optimal, terutama untuk sub sektor perikanan.

“Apabila pengelolaan pembangunan sub sektor perikanan dilakukan secara tepat dan profesional, maka sub sektor perikanan tersebut dapat menjadi keunggulan kompetitif yang dapat menopang kemajuan dan kemakmuran rakyat kota Sibolga ini,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasarkan survey dilapangan disimpulkan bahwa pola usaha nelayan terbagi dua, yakni pertama, pengusaha ikan yang melakukan seluruh kegiatan produksinya termasuk penangkapan, pengolahan dan perdagangan. Pada umumnya kelompok pola usaha ini merupakan usaha skala menengah dan besar.

Kedua adalah pengusaha yang tidak melakukan penangkapan ikan, namun bahan baku (ikan) yang akan di keringkan dibeli dari nelayan langsung atau agen/pedagang pengumpul, lalu mengolah ikan tersebut menjadi ikan kering, ikan asin dan memasarkan langsung ke pasar tradisional maupun ke pedagang besar.

Kelompok usaha ini adalah usaha skala kecil atau skala rumah tangga. Kapasitas produksi rata-rata usaha ikan kering/asin rumah antara 20-50kg/hari. Dan kondisi ini juga tidak dapat diprediksikan layaknya jenis ikan.

“Hasil tangkapan ikan yang akan dikeringkan sangat tergantung pada kondisi iklim dan cuaca. Umumnya, pada waktu musim panas (kemarau), yakni antara bulan April hingga akhir Oktober, demikian pula pada saat musim hujan yang disertai dengan angin kencang, jumlah tangkapan ikan yang akan dikeringkan dan diasinkan menurun,” jelas Edward.

Merutnya, pada umumnya tangkapan ikan meningkat pada bulan November hingga akhir Maret setiap tahunnya. Dengan demikian perdagangan produk perikanan dapat membuka peluang peningkatan usaha bidang perikanan, baik dalam skala kecil, menengah, maupun besar.

Namun di sisi lain, persaingan yang dihadapi juga akan semakin berat. Oleh karena itu, dalam upaya memenangkan persaingan perlu adanya peningkatan daya saing melalui peningkatan mutu, produktivitas, dan efisiensi usaha dengan memperhatikan aspek keamanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup.

Berdasarkan permasalahan yang telah di kemukakan, Edward Siahaan memberikan pemapran metode pendekatan yang ditawarkan bagi realisasi program pemberdayaan dengan berbagai langkah, baik dalam pelaksanaan metode program Pelatihan manajemen usaha, Pelatihan produksi, Pelatihan
administrasi dan juga pendampingan.

“Kami ASSED akan memberikan pelatihan dalam bentuk motivasi wirausaha dan berbagi pengalaman dengan narasumber yang diundang adalah wirausahawan yang telah berhasil dalam bidang pengelolaan ikan. Kegiatan
ini akan diarahkan untuk mengubah cara berfikir ( mindset) bagi mitra usaha sehingga dapat menumbuhkan semangat untuk lebih maju dalam mengembangkan usaha,” uangkapnya.

Program ini dirancang dalam suasana diskusi interaktif untuk menampung segala aspirasi , permasalahan dan potensi usaha yang dikembangkan oleh warga ataupun kelompok usaha pengelola ikan lainnya.(

“Pelatihan Manajemen Usaha ini nntinya akan memberikan wawasan tentang strategi bagaiamana merintis dan mengembangkan usaha bagi para pengusaha pengelolaan ikan berkaitan dengan jenis usaha yang ada,” Katanya.

“Intinya kami ASSED berbuat untuk kepentingan masyarakat, ASSED datang dari rakyat dan berbuat untuk rakyat,” Sambungnya.(Red).

Edward Siahaan berbincang bincang dengan salah seorang pengelola ikan asin di Pintu Angin

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.