TNI-Polri Bubarkan Paksa Aksi Unjuk Rasa di KPU Sibolga

  • Whatsapp
Simulasi Pemgamanan Pilkada Sibolga

Sibolga | Sinarlintasnews.com – Dalam rangka pengamanan Pemilihan Wali Kota dan Wakil walikota Sibolga periode 2020-2025, Polres Sibolga menggelar Simulasi Sistem pengamanan (Sispam), dilapangan di Lapangan Simare-mare Kota Sibolga, Kamis, (27/08/2020).

Kapolres Sibolga Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, SH, S.I.K menyampaikan, Simulasi Sispamkota bertujuan untuk kesiapan menghadapi kejadian buruk di Pilkada Madina 9 Desember Mendatang.

Bacaan Lainnya

“Simulasi ini bertujuan mengenai kesiapan kita menghadapi kejadian buruk,  artinya kita sudah siap menghadapi kemungkinan dengan melibatkan TNI-Polri serta Stakeholder dan elemen masyarakat,” katanya

Dalam aksi ini, sempat terjadi ketegangan antara massa dengan aparat kepolisian yang berjaga di depan kantor KPU.

Massa yang semakin marah membuat petugas melakukan tindakan untuk membubarkan mereka.

Dalam aksi simulasi ini, Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi langsung turun berbau dengan personel kepolisian. Triyadi berada di bagian terdepan yang berhadapan langsung dengan massa.

Kepada wartawan, Kamis (27/8/2020), Kapolres AKBP Triyadi menjelaskan, dalam latihan Sispamkota ini melibatkan TNI- POLRI.

“Tentunya kita berharap agar Pilkada di Kota Sibolga nantinya berjalan dengan aman dan damai. Pun demikian, kita dari kepolisian dibantu TNI melakukan antisipasi dini dengan melakukan Sispamkota ini,” ujar Triyadi.

Sispamkota Polres Sibolga juga melibatkan Batalyon C Brimob sebagai pasukan anti Huru Hara (PHH).

“Jadi, masyarakat tidak perlu cemas dalam pelaksanaan Pemilukada Sibolga karena nantinya pasukan diperkuat oleh TNI-POLRI dan Batalyon Brimob C untuk menjaga kondusifitas pelaksanaan Pilkada di Kota Sibolga,” jelasnya.

Pantauan dilapangan, beberapa rangkaian kegiatan Simulasi yang dilakukan, yang diututkan dengan simulsi I (Patroli Sekala Besar) tersebut diasumsikan menjelang Pilkada walikota dan wakil walikota Sibolga tahun 2020, kepolisian bersama dengan instansi yaitu TNI, Brimob Yon C, Pemko Sibolga dalam hal ini di sub dan Satpol PP melaksanakan patroli skala besar di wilayah Kota Sibolga.

Sementara Simulasi II (Masa salah satu calon Walikota bertemu dengan Masa Calon Walikota lainnya di Kampung Masa pendukung fanatik Pendukung Calon Walikotanya masing-masing).

Sejumlah kenderaan berupa Ranmor R2 Patroli Sabhara dan R2 Patroli Kodim 0211/TT, Mobil Patroli Sat Lantas, Mobil Patroli Sat Sabhara, Mobil Patroli Kodim dan Mobil Patroli Satpol PP, Mobil Ambupance Dinas Kesehatan dan Mobil Ambupance Brimob Yon C, Truck Dalmas Polres Sibolga dan Truck Brimob Yon C dan Truck Pengangkut Massa, Truck Water Canon juga dipersiapkan dalam simulasi tersebut.

Acara Simulasi I (Patroli Sekala Besar) tersebut diasumsikan menjelang Pilkada walikota dan wakil walikota Sibolga tahun 2020, kepolisian bersama dengan instansi yaitu TNI, Brimob Yon C, Pemko Sibolga dalam hal ini di sub dan Satpol PP melaksanakan patroli skala besar di wilayah Kota Sibolga.

Sementara Simulasi II (Masa salah satu calon Walikota bertemu dengan Masa Calon Walikota lainnya di Kampung Masa pendukung fanatik Pendukung Calon Walikotanya masing-masing).

Selanjutnya, massa bergerak dari salah satu pendukung Paslon menuju tempat kampanye degan menggunakan Mobil Pick Up dan dikawal mobil Vorides Sat Lantas. Saat melintas di daerah salah satu paslon lainnya, terjadi aksi saling ejek dengan kelompok lain sehingga terjadi keributan.

Saat itu juga terlihat Personil Sat Lantas melakukan pengaturan agar Massa yang akan datang tidak menyebabkan kemacetan arus lalin, selanjutnya menghampiri dan menghimbau massa, selanjutnya massa berhasil ditenangkan dan massa bergerak untuk melaksanakan kampanye.

Sementara dalam Simulasi III (Keributan terjadi saat calon Walikota X kampanye di Lokasi Kampanye). Massa berteriak menyampaikan iyel – iyel dan dukungannya sementara Paslon Walikota dan Wakil Walikota menyampaikan pidato pidato politiknya, pada saat Paslon menyampaikan pidato politiknya telah ada penyusup dalam kerumunan massa provokator yg membuat keributan dengan melakukan pelemparan, tidak terima dengan hal tersebut memicu terjadinya kericuhan.

Karena situasi tidak kondusif maka Personil Pamkat mengamankan Paslon menuju mobil escape dan membawa Paslon pergi dari Lokasi Kampanye.
Dalmas Awal, Tim negosiator berhasil menenangkan Massa dan Tim Anti bandit berhasil mengamankan provokator.

Simulasi VI (Pemungutas Suara di TPS) Personil Pam dari Polres Sibolga di TPS bersama Linmas di Lokasi TPS.

Dalam simulasi ini, Ketua dan Anggota KPPS sudah berada di TPS untuk menyiapkan administrasi dan selanjutnya Masyarakat memberikan hak suaranya di TPS.

Setelah Pungut Suara selesai dilaksanalan, dilanjutkan dengan perhitungan suara oleh KPPS yang disaksikan oleh Saksi – saksi dan pada saat perhitungan, terjadi keributan dari salah satu saksi karena tidak terima dengan petugas KPPS yg dianggap adanya kecurangan dan menghubungi rekan provokatornya sehingga lokasi TPS tidak kondusif.

Dalam situasi itu, Tim Raimas yg melaksanakan patroli menuju TPS yg ada keributan dan menenangkan Massa dan menghimbau kpd saksi agar tidak membuat keributan.

Selanjutnya, setelah situasi kondusif KPPS melajutkan perhitungan suara dan setelah selasaisurat suara dimasukkan ke Kotak Suara kemudian dibawa ke PPK yg dikawal oleh Personil Pam TPS dan Linmas, dan saat diperjalanan tiba – tiba kotak suara dihadang oleh OTK dan berusaha menyerang KPPS dan maerampas kotak suara.

Saat hal tersebut terjadi, Personil Pam TPS berusaha mempertahankan Kotak Suara sehingga terjadi perkelahian dgn OTK. Personil Pam TPS melaporkan kejadian tersebut kepada KA Posko, kemudian KA Posko melaporkan situasi kepada Kabag Ops dan memerintahkan Kasat Sabhara dan Kasat Reskrim untuk menurunkan Personil TRC dan Tim Anti bandit selanjutnya melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap OTK, selanjutnya OTK berhasil dilumpuhkan selanjutnya menyerahkan Kotak Suara ke PPK.

Terakhir Simulasi V (Rapat Pleno di Kantor KPU Sibolga) berdasarkan Kirka Intelijen akan terjadi kerusuhan di Kantor KPU Sibolga.

Dalam kejadian ini, massa berkumpul sejak pagi di Kantor KPU Sibolga. Sementara KPU Sibolga akan mengumumkan hasil Penghitungan suara yg akan dihadiri oleh KPU dan Pejabat terkait. Dan melanjutkan dengan Rapat Pleno KPU Sibolga membuat Berita acara penghitungan suara dan dibagikan kepada seluruh yang hadir karena merasa tidak senang calon walikota kata-kata diusung kalah selanjutnya saksi keluar gedung KPU dan membuat provokasi matanya sehingga Masa tidak terima dengan hasil pengumuman KPU.

Dalam situasi ini, pendukung salah satu calon walikota yang kalah melempari gedung KPU dan berusaha menerobos masuk ke kantor KPU. Semanatra KPU berusaha h&m cegah agar Masa tidak masuk KPU akan tetapi masa tidak tidak terkendali, selanjutnya Kabagops memerintahkan Kasat Sabhara untuk menurunkan Peleton Dalmas awal beserta negosiator untuk memperkuat Personil di kantor KPU.

Dalam situasi tersebut, Danton Dalmas Polres Sibolga menuju kantor KPU di bawah kendali Kasat Sabhara dan Tim Dalmas berusaha menenangkan masa untuk tidak membuat keributan namun tidak menghiraukan himbauan tersebut, situasi semakin tidak terkendali pertanda situasi semakin memanas selanjutnya Dalmas mengambil sikap dorong dan melakukan desak maju agar masa terpecah-belah dan membubarkan diri akan tetapi massa tetap bersikeras.

Jika kondisi semakin tidak terkendali, Danton Dalmas memerintah penembak plasbol melakukan penembakan terhadap masa guna membubarkan massa, serta memerintahkan Danton Dalmas untuk melakukan pembubaran dengan menggunakan mobil AWC sat Sabhara Polres Sibolga akan tetapi masa melakukan pelemparan.

Pada saat tidak terkendali, Kapolres Sibolga memohon kepada Kapolda Sumut agar berkenan izin untuk menurunkan Kompi PHH Brimob untuk melakukan lintas ganti dengan pertanda rumah mendapat laporan situasi dari Kapolres Kapolda memerintahkan danyon c dan Brimob untuk menurunkan setingkat Kompi Brimob untuk mengamankan massa.

Begitulah suasana simulasi pengamanan Pilkada 2020 yang digelar di Mapolres Sibolga. Layaknya, kejadian sungguhan, simulasi tersebut sebagai langkah kepolisian bagaimana menyiapkan diri dalam menghadapi kerusuhan massa yang dimungkinkan terjadi, saat Pilkada Sibolga pada (9/12/2020). mendatang.

Simulasi tersebut langsung disaksikan oleh Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Kapolres Sibolga AKBP Triyadi, SH, S.I.K, Dandim 0211/TT Letkol Inf Dadang Alex, S.Sos, Komandan Brimob Yon C Kompol Baula Zega SH. MH, para perwira tinggi Polres Sibolga, Ketua KPU Sibolga Khalid Walid, serta Unsur Forkopimda Sibolga.

Simulasi Pemgamanan Pilkada Sibolga

Penulis : Jerry

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *