Grebek dan Sita Miras di Holyland, kordinator BEM Nusantara Sibolga Tapteng dan Masyarakat Apresiasi Kinerja Polres Tapteng

  • Whatsapp
Foto : Yovi Sihotang Ketua Kordinator BEM Nusantara Sibolga Tapteng

Tapanuli Tengah | Sinarlintasnews.com – Pengerebekan dan penyitaan sejumlah minuman keras (Miras) di Karaoke Holyland pada jumat malam (13/3/2020) beberapa hari lalu mendapat apresiasi dari Kordinator BEM Nusantara Sibolga-Tapteng .

Hal tersebut disampaikan langsung oleh  Kordinator BEM Nusantara Sibolga-Tapteng Yovi Sihotang.

Menurut Yovi, Penggerebekan serta penyitaan Miras saat rajia Gabungan yang digelar dan dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Polres Tapanuli tengah AKP J Napitupulu merupakan langkah yang tepat.

“Kami dari BEM Nusantara Sibolga Tapteng mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolres AKBP Sukamat, SH, SIK, HM dan kepada Bapak Kasat Narkoba Polres Tapanuli Tengah  AKP J Napitupulu yang telah mengrebek dan menyita sejumlah miras serta mengamankan pengunjung yang diduga positif narkoba,” Kata Yovi, Rabu (18/3/2020).

Yovi mengungkapkan, Usaha berkedok karaoke tersebut selama tersebut banyak dikeluhkan masyarakat, sebab banyak dugaan karaoke Holyland tersebut menyediakan minuman keras dan juga wanita penghibur.

“Selama ini Holyland itu banyak yang mengeluhkan, bahkan 2018 tahun lalu kami sudah melakukan unjuk rasa ke Karaoke itu. Karena kita menduga tempat itu disalahgunakan,” ungkap Yovi.

Hal senada juga disampaikan Nasrun Pandiangan warga kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah mendukung keras segala bentuk kebijakan Polres Tapteng dalam pemberantasan dan pencegahan peredaran Narkotika serta kegiatan rajia sejumlah tempat yang selama ini kerap disalah gunakan pemilik maupun para pengunjung.

“Hal-hal seperti ini perlu kita dukung, tidak perlu siapa pemilik ataupun deking dari karaoke itu, bila perlu itu ditutup, apa lagi ini kita dengar sudah 7 tahun izin usahanya mati. Seharusnya disini peran pemerintah harus tegas, menutup karaoke itu,” Nasrun Pandiangan.

Nasrun juga mengungkapkan, selama ini diduga banyak masyarakat bahakan mungkin juga para pejabat di Kabupaten Tapanuli Tengah yang menjadikan Holyland menjadi tempat nyaman untuk mengkonsumsi Miras ataupun narkotika.

“kita menduga ya, bisa saja bisa saja tidak, tapi yang pastinya dari sana ada miras di sita dalam jumlah yang cukup banyak, dan dua orang diduga positif  narkoba. Jadi usaha itu perlu untuk dipertimbangkan. Siapa pemasok wanita, pemasok miras dan juga pemasok Narkotikan kesana kalau ada. Itu harus ditelusuri, kita yakin Polres Tapteng akan mampu mengungkap itu,” Pungkas Nasrun Pandiangan. (RED).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.