Tidak Transparan, Warga Desa Kuta Buluh Demo Rumah Kepala Desa

  • Whatsapp
pihak TNI -POLRI datang bersama Camat Lawe Bulan Zahrul dan Ketua BPK Kute memberikan pe jelasan dan jawaban tuntutan masyarakat

Sinarlintasnews.com | Aceh Tenggara – Sejumlah masyarakat Desa Kutabuluh Botong Kecamatan Lawe, Kabupaten Aceh Tenggara mendemo rumah Badur selaku Kepala Desa Kutabuluh Botong, Senin (5/8).

Masyarakat melakukan Aksi unjuk rasa akibat pengelolaan Dana Desa sejak 2015 hingga 2019, Badur tidak trasparan. Bahkan proses pembangunan tidak melalui musyawarah desa maupun musrembang.

Bacaan Lainnya

Kepala desa terkesan mengelola Dana Desa sesuai dengan keinginan pribadi bukan kepentingan masyarakat.

Informasi yang diperolesh Sinarlintasnews.com dilapangan. Pada tahun 20165, masyarakat tidak begitu peduli atas ketidak trasparan pengelolaan hingga pengerjaan fisik bangunan.

“Selama ini kami tidak begitu aktif mengawasi pengelolaan dana desa ini, kami biarkan karena kami berfikir mungkin kedepan akan transparan, dan pastinya anggran ini dipergunakan untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Tapi justru malah menjadi-jadi, membuat bangunan tanpa ada musyawarah dulu,” kata salah seorang peserta aksi dilapangan.

Selain pengerjaan pembangunan fisik bangunan desa tidak transparan, Pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) juga dinilai tidak sesuai dengan sebagaimana sestinya.

“Apa yang diprogramkan dalam pembangunan di desa ini tidak menyentuh terhadap perekonomian masyarakat miskin,” ujar para peserta aksi.

Aksi unjuk rasa berangsur kondusip setelah pihak TNI -POLRI datang bersama Camat Lawe Bulan Zahrul dan Ketua BPK Kute ke lokasi aksi unjuk rasa. Para peserta aksi diminta agar menahan emosi dan menyerahkannya kepada pihak yang berwajib

Bulan Zahrul menjelaskan, Dana desa tahap pertama tahun 2019 sudah dicairkan dan sudah dilaksanakan, apabila untuk dana tahab kedua tidak dimusyawarahkan, kita akan mengambil tindakan pemblokiran dana.

“Untuk tahap ke dua akan kita ambil tindakan pemblokiran kalau tidak ada musyawarah, dan akan dicairkan apabila sudah dimusyawarahkan dan dibuktikan dengan absen hadir masyarakat nantinya,” jelah Camat menenangkan warga.

Keadaan berangsur pulih setelah paparan dan arahan dari para penegak hukum dan pihak Instasi terkait memberikan penjelasan kepada warga. Para pengunjuk rasapun mebubarkan diri. (Yusuf).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.