Tapanuli Tengah | Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menerima kunjungan Tim Supervisi TP PKK Provinsi Sumatera Utara dalam rangka pembinaan Tertib Administrasi (ADM) PKK dan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK itu dipusatkan di GOR Pandan.
Kunjungan tersebut disambut Ketua TP PKK Tapteng Ny. Rismawaty Masinton Pasaribu yang diwakili Staf Ahli I TP PKK Tapteng Ny. Masnoni Mahmud Efendi. Hadir mewakili Bupati Tapanuli Tengah, Sekretaris Daerah Binsar Tua Sitanggang.
Dalam sambutan Ketua TP PKK Tapteng yang dibacakan Masnoni Mahmud Efendi, disampaikan bahwa berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 22/PMD/2026, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah menetapkan desa-desa percontohan. Namun, akibat masih berlangsungnya pemulihan pascabencana, daerah itu hanya mengikuti dua kategori lomba pada tahun ini.
Desa Gunung Marijo, Kecamatan Pinangsori, ditetapkan sebagai peserta Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), sedangkan Desa Aek Gambir, Kecamatan Lumut, mengikuti Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai indikator penilaian sekaligus menjadi motivasi untuk melengkapi berbagai kekurangan melalui pembinaan yang bersinergi dengan perangkat daerah terkait,” kata Masnoni membacakan sambutan Ketua TP PKK Tapteng.
Sementara itu, sambutan Bupati Tapanuli Tengah yang dibacakan Sekretaris Daerah Binsar Tua Sitanggang menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pemberdayaan keluarga.
Menurutnya, gerakan PKK bertumpu pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, kesehatan, dan perekonomian keluarga, sehingga keberadaannya diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, Sekretaris TP PKK Provinsi Sumatera Utara Budi Prayogi mengatakan, supervisi menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK secara terpadu.
Ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan PKK tidak hanya bergantung pada kader, tetapi juga memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat. (Jerry).
Tidak ada komentar