Foto: Ketua dan anggota Fraksi PDI Perjuangan Tapanuli Tengah. TAPANULI TENGAH – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah, Famoni Gulo, menyatakan dukungan penuh terhadap pernyataan dan langkah Bupati Tapanuli Tengah dalam rencana pembangunan tanggul permanen sebagai solusi jangka panjang mengatasi bencana banjir yang berulang di daerah tersebut.
Dalam pernyataan sikapnya, Famoni menegaskan bahwa pengalaman selama ini menunjukkan pembangunan tanggul darurat hanya menjadi solusi sementara. Setiap kali hujan deras dan arus sungai kembali meluap, kerusakan terus terjadi dan masyarakat kembali terdampak.
“Kondisi ini bukan hanya menguras tenaga masyarakat dan aparat, tetapi juga menyerap anggaran negara secara berulang tanpa memberikan kepastian perlindungan yang berkelanjutan. Karena itu, pembangunan tanggul permanen merupakan langkah strategis dan visioner demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (14/2/26).
Ia menilai negara tidak boleh hadir setengah-setengah dalam memberikan perlindungan kepada rakyat. Menurutnya, kebijakan jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur pengendali banjir permanen juga akan memastikan efektivitas penggunaan anggaran negara.
Fraksi PDI Perjuangan juga memohon perhatian serius Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Tapanuli Tengah, mendapatkan penanganan yang komprehensif dan berkelanjutan.
Famoni menyebut masih banyak masyarakat yang menderita akibat bencana, kehilangan harta benda, sumber penghidupan, serta mengalami trauma karena banjir yang terjadi berulang kali. Ia menegaskan bahwa pemulihan tidak cukup hanya dalam satu tahun anggaran, melainkan harus berkelanjutan hingga masyarakat benar-benar bangkit secara ekonomi dan sosial.
“Sebelum dipercaya menjadi eksekutif maupun legislatif, kita telah berkomitmen memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Komitmen itu harus diwujudkan secara nyata, bukan sekadar janji politik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dampak besar banjir terhadap sektor perkebunan kelapa sawit dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat Tapanuli Tengah. Pasca banjir bandang, banyak kebun tertutup lumpur sehingga sulit dipanen, sementara nelayan kesulitan melaut.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi memastikan masyarakat terbebas dari rasa waswas, trauma, dan benar-benar merasakan kemerdekaan dalam arti yang sesungguhnya,” katanya.
Fraksi PDI Perjuangan, lanjut Famoni, akan terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada rakyat serta memastikan setiap langkah penanganan bencana dilakukan secara adil, terukur, dan berorientasi pada solusi permanen.
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik Fraksi PDI Perjuangan kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah.
Tidak ada komentar