Lisnawati Panjaitan Terobos Daerah Terisolasi, Lima Warga Sakit Diselamatkan lewat Jalur Udara

  • Whatsapp

TAPANULI TENGAH — Upaya penyelamatan warga pascabencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah terus dilakukan tanpa jeda. Di tengah akses darat yang terputus total, Plt Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, turun langsung ke lapangan untuk mengevakuasi warga sakit dari wilayah yang masih terisolasi di Desa Saur Manggita, Kecamatan Tukka, Kamis (11/12/25).

Kerusakan parah pada jalur darat membuat helikopter menjadi satu-satunya pilihan. Sebelum melakukan evakuasi, Lisnawati terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kepala Desa, Basarnas, dan berbagai unsur terkait. Langkah itu dilakukan sesuai instruksi Bupati Tapanuli Tengah yang menegaskan bahwa lansia, ibu hamil, balita, dan warga sakit harus menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat.

Dengan menggunakan helikopter TNI, Lisnawati bersama tim medis menyusuri wilayah terdampak untuk menjemput warga yang membutuhkan pertolongan segera. Sebanyak lima warga berhasil dievakuasi melalui tiga kali penerbangan akibat keterbatasan kapasitas helikopter. Mereka kemudian dibawa ke GOR Pandan sebelum dirujuk ke RSUD Pandan untuk pemeriksaan lanjutan.

“Tiga warga harus diopname, sementara dua lainnya mendapatkan perawatan jalan. Saat ini mereka mengungsi di GOR Pandan dalam kondisi terpantau baik,” ujar Lisnawati.

Daftar Warga yang Dievakuasi
Dirawat Inap:
Panggortap Panggabean, Hirsa Tambunan dan Imelda Purba
Rawat Jalan:
Hotlan Sitompul dan Gato Delau warga

Upaya penyelamatan tidak berhenti pada evakuasi. Sehari sebelumnya, Rabu (10/12/25), helikopter Basarnas dan BNPB telah melakukan medical drop ke daerah terisolasi di Kecamatan Sitahuis. Sebanyak tiga dokter spesialis, dua dokter umum, dan dua perawat diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada warga terdampak.

“Kami sudah turun ke lokasi untuk memastikan kesehatan warga. Sesuai arahan Bupati, mereka harus mendapatkan layanan kesehatan secara maksimal. Tidak boleh ada warga yang terabaikan,” tegas Lisnawati.

Kelima warga Desa Tapian Nauli Saur Manggita yang dievakuasi adalah pasien dengan kondisi yang memerlukan penanganan cepat. Rusaknya seluruh jalur darat membuat akses bantuan hanya memungkinkan melalui udara.

Di tengah situasi sulit ini, Lisnawati mengimbau masyarakat Tapanuli Tengah agar tidak ragu melaporkan kondisi kesehatan diri atau anggota keluarga yang membutuhkan pertolongan.
“Pemkab Tapteng melalui Dinas Kesehatan akan melayani sepenuh hati. Jangan takut menyampaikan keluhan, kami akan bergerak secepat mungkin,” ujarnya penuh perhatian.

Lisnawati juga menyampaikan terima kasih kepada Basarnas, BNPB, TNI, serta seluruh tim yang bekerja tanpa kenal lelah membantu warga di tengah bencana.
Gerak cepat Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah membawa harapan baru bagi masyarakat terdampak, menjadi bukti bahwa pemerintah hadir secara nyata di saat warga menghadapi masa-masa tersulit.
Jika Anda ingin versi yang lebih pendek, lebih formal, atau dengan angle tertentu, saya bisa buatkan kembali.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *