Banjir Bandang Tapteng: 88 Meninggal, 14 Jenazah Masuk RSUD Pandan, Posko Yankes Tangani 3.700 Pasien

  • Whatsapp
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan didampingi Dr. Fadli.

TAPANULI TENGAH – Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah terus bertambah. Hingga Rabu (5/11/25), total 88 orang meninggal dunia, sementara RSUD Pandan telah menerima 14 jenazah, terdiri dari 11 jenazah teridentifikasi dan 3 lainnya tidak teridentifikasi.

Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, didampingi dr. Fadli, menyampaikan bahwa data yang diterima hingga hari ini, total 14 korban meninggal dibawa ke RSUD Pandan. Sebanyak 11 sudah teridentifikasi, sementara tiga lainnya belum diketahui identitasnya,” ujar Lisnawati.

Bacaan Lainnya

Korban yang Telah Teridentifikasi
1. Robenta Sigalingging – warga Sibiluan
2. Radiv Pradipta Halawa – warga Sibuluan
3. Rahmad Riyadi Sitompul – warga Hajoran Induk
4. Hardy Sitompul – warga Hajoran Induk
5. Ibnu Fazar Damanik – warga Perum Infah Permai
6. Hendra Gunawan Siregar – warga Batangtoru
7. Serliana Siahaan – warga Parombunan
8. Agus Tonny Sinaga – warga Jalan Baru
9. Meriati Pohan – warga Pandan
19. Hotmartua Tampubolon – warga Hajoran Km 14
11. Parulian Sinaga – warga Hajoran

Sementara itu, dua korban asal Hutanabolon dan satu korban asal Tukka belum dapat dikenali karena minimnya data dan identitas yang ditemukan bersama jenazah. Tim medis dan kepolisian telah melakukan pencocokan sidik jari serta meminta masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk mendatangi RSUD Pandan.

Seluruh jenazah yang masuk ke RSUD Pandan telah dimakamkan sesuai prosedur penanganan bencana.

“Pelayanan kesehatan di seluruh wilayah terdampak berjalan maksimal. Dari 25 Puskesmas, dua di antaranya ikut terdampak banjir, mengakibatkan kerusakan berat pada sarpras dan peralatan medis, meski bangunan tetap aman,” kata Lisnawati, Rabu (5/11/25).

Lisna juga menyatakan, Gudang Farmasi Tapteng juga terdampak parah. Seluruh alat kesehatan, obat-obatan, dan BMHP rusak akibat lumpur yang menggenangi ruangan.

Namun, upaya pelayanan tidak berhenti. Sejak hari kedua bencana, sebanyak 56 Posko Yankes (Pelayanan Kesehatan) telah dibentuk di seluruh titik terdampak.
Hingga hari ke-8, posko-posko tersebut telah menangani sekitar 3.700 pasien.

“Untuk jenis Penyakit yang Paling Banyak Dikeluhkan yakni, ISPA, Hipertensi, Demam/Obs Febris, Myalgia, Dermatitis, Luka ringan dan sedang, Diare. Sedangkan untuk di RSUD pandan tercatat 28 pasien dirawat inap dan 87 pasien menjalani rawat jalan,” terangnya.

Lisnawati menambahkan, mulai Kamis, 4 Desember 2025, tim medis dari Universitas Sumatera Utara (USU) dan Kesehatan Kodam akan mendirikan RS Lapangan di empat kecamatan terdampak berat, yaitu Tukka, Badiri, Sorkam dan Barus.

“Tujuannya adalah untuk mempercepat penanganan medis bagi masyarakat di wilayah yang akses transportasinya masih terganggu,” kata Lisna.

Untuk Tenaga Medis yang Bertugas di empat kecamatan tersebut yakni, dari TNI AD: 5 orang (1 dokter, 4 perawat) dari TNI AU: 2 orang (dokter spesialis paru & jiwa) dari Polri: 5 orang (4 perawat, 1 dokter) dari Dinas Kesehatan Tapteng/Puskesmas: 224 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi: 5 orang (2 dokter, 3 perawat) dan Relawan Mersi: 7 orang (4 dokter, 3 perawat).

Bencana banjir bandang Tapteng menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah daerah tersebut. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri, relawan, dan tenaga medis terus melakukan upaya pemulihan sambil memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan optimal. (Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *