TAPANULI TENGAH – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu menegaskan bangunan sekolah yang kini dipakai warga mengungsi tetap dapat digunakan sementara hingga hunian sementara selesai dibangun. Penegasan itu disampaikan saat ia meninjau pengungsi di SD Sipange 1, Kecamatan Tukka, Senin (8/12/25).
Masinton mengatakan ruang kelas masih layak digunakan warga untuk bermalam, terutama karena akses jalan ke permukiman belum sepenuhnya bisa dilalui.
“Masih bisa digunakan sebagai tempat mereka menginap sampai jalan tembus dan hunian sementara dibangun,” ujarnya.
Untuk aktivitas sekolah, Masinton meminta Dinas Pendidikan menyesuaikan jadwal belajar. Anak-anak akan belajar secara bergantian, sesi pagi dan siang, tanpa menargetkan pola belajar normal.
“Yang penting anak-anak tetap dihimpun, dididik, dibangunkan motivasi dan semangatnya. Mereka perlu pemulihan mental akibat bencana,” katanya.
Metode pembelajaran pun diminta difokuskan pada trauma healing, seperti bermain, kegiatan gembira, serta pendekatan yang membantu anak-anak pulih dari rasa takut.
Masinton juga mengakui masih ada kendala perlengkapan belajar seperti tas, alat tulis, buku hingga seragam. Ia menyebut seluruh kebutuhan itu sedang diusahakan pemenuhnya secara bertahap setelah peninjauan dilakukan. (Jerry).






