TAPANULI TENGAH | Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Maruli Simanjuntak didampingi Bupati Masinton Pasaribu, Pangdam I/Bukit Barisan Hendy Antariksa, Danrem 023/KS Iwan Budiarso, Dandim 0211/TT Bayu Hanuranto Wicaksono, unsur Forkopimda serta masyarakat meresmikan Jembatan Modular Tipe-21 di Desa Lubuk Ampolu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (8/6/2026).
Peresmian jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kehadiran jembatan baru ini diharapkan mampu mengembalikan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat putusnya akses transportasi.
Dalam sambutannya, Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa pembangunan jembatan modular merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden agar TNI membantu percepatan pembangunan jembatan-jembatan sederhana di berbagai daerah, terutama wilayah yang terdampak bencana alam.
Menurutnya, jembatan tipe Bailey, Aramco maupun jembatan gantung menjadi solusi cepat untuk menghubungkan kembali akses masyarakat yang terputus tanpa harus menunggu pembangunan jembatan permanen yang membutuhkan waktu dan biaya lebih besar.
“Presiden menginstruksikan agar jembatan-jembatan sederhana yang bisa dibangun menggunakan sistem Bailey, Aramco maupun jembatan gantung dapat segera dikerjakan oleh TNI di seluruh Indonesia, khususnya daerah yang terdampak bencana. Kami melihat prosesnya berjalan baik berkat kerja sama antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Maruli.
Kasad mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan jembatan tersebut adalah proses distribusi material baja panel yang harus didatangkan dari Belawan menuju lokasi pembangunan yang membutuhkan waktu cukup panjang.
Meski demikian, ia mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran TNI AD yang berhasil menyelesaikan pembangunan puluhan jembatan penghubung di Tapanuli Tengah sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana.
“TNI AD telah membangun 24 jembatan penghubung di Tapanuli Tengah. Saya melihat prajurit telah bekerja dengan baik bersama masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengembalikan akses yang sangat dibutuhkan warga,” katanya.
Maruli menambahkan, secara ideal pembangunan jembatan permanen memang lebih baik. Namun dalam kondisi darurat pascabencana, jembatan modular menjadi pilihan paling efektif karena dapat dibangun dalam waktu relatif singkat tanpa mengurangi aspek keamanan dan kekuatan konstruksi.
Ia berharap keberadaan jembatan tersebut mampu menghidupkan kembali roda perekonomian masyarakat yang sempat terhenti akibat terputusnya jalur transportasi dan distribusi hasil pertanian maupun perdagangan.
Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia serta Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak atas perhatian besar yang diberikan kepada masyarakat Tapanuli Tengah.
Menurut Masinton, bantuan pembangunan jembatan tersebut berawal dari kunjungan Presiden ke daerah terdampak bencana yang kemudian ditindaklanjuti melalui instruksi kepada TNI AD untuk membantu percepat pemulihan infrastruktur.
“Kami berterima kasih kepada Presiden dan Pak Kasad yang telah memberikan perhatian khusus kepada Tapanuli Tengah. Saat mendampingi kunjungan Presiden sebelumnya, kami menyampaikan banyaknya jembatan yang putus akibat bencana. Atas perintah Pak Kasad, Pangdam, Danrem, Kodim hingga satuan batalyon bergerak bersama masyarakat membangun kembali akses yang rusak,” ujar Masinton.
Ia menjelaskan, jembatan yang diresmikan tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter, jauh lebih panjang dibandingkan jembatan sebelumnya yang hanya sekitar 10 meter dan berulang kali mengalami kerusakan akibat bencana.
Keberadaan jembatan baru itu dinilai sangat strategis karena menjadi jalur utama mobilitas masyarakat Desa Lubuk Ampolu dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Badiri.
Selain jembatan tersebut, belasan jembatan lain dengan konstruksi Aramco, Bailey maupun kombinasi sistem lainnya juga telah dibangun di sejumlah titik terdampak bencana. Infrastruktur tersebut kini menjadi penghubung vital antar desa yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Peresmian Jembatan Modular Tipe-21 di Desa Lubuk Ampolu menjadi bukti sinergi antara pemerintah pusat, TNI AD, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana. Kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan akses transportasi, tetapi juga membuka kembali peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Tengah. (Jerry).
Tidak ada komentar