Sejumlah Desa Masih Terisolasi, Bupati Tapteng Desak Tambahan Alat Berat untuk Buka Akses

  • Whatsapp
Foto: Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu didampingi Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih.

TAPANULI TENGAH — Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) masih menghadapi tantangan besar. Hingga Minggu (7/12/25), sejumlah desa dilaporkan masih terisolasi akibat akses jalan yang tertimbun material longsor serta jembatan yang putus.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menegaskan bahwa kebutuhan alat berat sangat mendesak untuk membuka kembali jalur menuju desa-desa terdampak. Tanpa alat tambahan, proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemetaan kerusakan berjalan lambat.

Bacaan Lainnya

“Pascabencana ini banyak kondisi jalan tertimbun longsor dan beberapa jembatan putus. Timbunan kayu di berbagai titik merupakan hasil pembalakan yang terbawa arus hingga ke desa-desa,” ujar Masinton, Minggu siang.

Selain akses transportasi, dampak kerusakan di wilayah tersebut juga sangat luas. Masinton mengungkapkan banyak rumah warga hanyut atau mengalami kerusakan berat. Sawah dan lahan pertanian rusak parah, sementara sejumlah fasilitas pendidikan, kesehatan, dan rumah ibadah juga terdampak.

“Semua kerusakan ini akan kita perbaiki secara bertahap,” tegasnya.

Di tengah upaya pemulihan, Masinton mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah pegunungan masih tergolong tinggi. Potensi bencana susulan seperti longsor dan banjir masih dapat terjadi.

“Saya minta warga tetap berhati-hati dan menjaga kesehatan. Kita semua berdoa agar pemulihan berjalan cepat,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Tapteng kini terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk percepatan bantuan alat berat, logistik, serta dukungan lainnya agar desa-desa yang masih terputus dapat segera tersambung kembali. (Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *