TAPANULI TENGAH — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar rapat besar pembaruan penanganan darurat bencana yang berlangsung sejak 25 November hingga 7 Desember 2025 di Aula Cenderawasih, Kantor Bupati Tapteng.
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, dan dihadiri unsur Forkopimda, termasuk Dandim 0211/TT Letkol Inf Nayu H. Wicaksono, Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya, SIK, MSI, Kepala Basarnas Nias Putu Arga, para OPD, Kominfo, serta seluruh unsur terkait.
Dalam rapat tersebut, Masinton memaparkan data terbaru kondisi penanganan darurat bencana banjir bandang dan longsor yang menghantam 20 kecamatan di Tapteng. Berikut laporan resmi yang disampaikan:
Data Terkini Penanganan Darurat Bencana Tapteng per 7 Desember 2025:
1. Meninggal dunia: 110 jiwa
2. Masih dalam pencarian: 93 orang
3. Pengungsi: 18.331 jiwa
4. Ketersediaan logistik: Cukup untuk 3 hari ke depan
5. Suplai BBM: Lancar
6. Suplai LPG: Masih terbatas
7. Pasokan air bersih: Terbatas
8. Sarana komunikasi: Membaik
9. Kelistrikan: Mulai normal, kecuali jaringan yang tertimpa longsor
10. Wilayah terisolasi: 19 desa/kelurahan (10,3% dari total 215 desa/kelurahan)
Untuk wilayah Terisolasi:
1. Kecamatan Kolang: Simarpinggan, Pargaringan
2. Lumut: Sialogo
3. Pinangsori: Panjalihotan Baru, Danau Pandan
4. Sibabangun: Muara Sibuntuon, Sibio-Bio
5. Sitahuis: Bonandolok, Mardame, Naga Timbul, Rampah, Simaninggir, Desa Nauli
6. Tapian Nauli: Bair, Aloban Bair, Mela Dolok
7. Tukka: Tapian Nauli Saurmanggita, Sait Kalangan II, Hutanabolon, Sipange
Namun satu kecamatan Sitahuis hingga kini belum dapat dijangkau karena akses sepenuhnya terputus. Pengiriman bantuan ke wilayah tersebut hanya bisa dilakukan dengan helikopter.
Tujuh aliran sungai juga dilaporkan masih tersumbat material longsor, menimbulkan ancaman banjir susulan.
Sementara status jalan antar kabupaten, akses daei Tapteng ke Subulussalam NAD lancar, akses Tapteng ke Taput tertimbun longsor, dalam pengerjaan.
Semenyara akses Tapteng – Tapsel berfungsi terbatas, hanya untuk kendaraan kecil
“Potensi bahaya juga mengintai di sepanjang aliran Sungai Aek Sirahar akibat luapan PLTA Sipulak Humbahas. Wilayah terdampak berada di Kecamatan Andam Dewi dan Barus,” kata Masinton.
Bupati Masinton menegaskan bahwa masa tanggap darurat yang seharusnya berlangsung 14 hari telah memasuki hari ke-12. Namun karena banyak desa masih terisolasi dan data korban terus berkembang, pemerintah memutuskan memperpanjang masa tanggap darurat selama 14 hari lagi.
“Kepada seluruh yang bertugas, kalian harus melayani masyarakat. Jangan masyarakat yang mencari kita, kita yang harus mencari rakyat kita. Warga kita sedang kesusahan, mereka butuh kita. Untuk lurah atau kepala desa yang tidak mau bergerak, tandai itu. Hari ini kita relawan, bukan duduk menunggu,” kata Masinton.
Bupati juga memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup untuk percepatan pembukaan akses dan pembersihan sungai yang tersumbat dari material kayu dan lumpur. Di wilayah Pandan, pembersihan harus diprioritaskan.
“Jika personel atau alat kurang, laporkan langsung kepada kami agar bisa ditambah,” katanya.
Sementara itu, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Pur Mayjen TNI Fajar Setiawan, turut memberikan arahan dalam rapat tersebut. Ia menyebut penanganan darurat Tapteng berjalan baik namun masih memiliki titik kritis.
“SPBU sudah lancar, komunikasi lancar, listrik pulih. Yang masih sangat minim adalah air bersih, karena jaringan PDAM banyak yang rusak, termasuk perpipaan dan tanggul,” ujarnya.
BNPB juga menegaskan status darurat bisa diperpanjang kembali jika kondisi lapangan belum stabil, terlebih potensi bencana masih tinggi akibat curah hujan ekstrem.
Fajar juga meminta agar masyarakat yang tinggal di zona rawan segera dievakuasi jika hujan deras kembali mengguyur wilayah Tapteng.
BNPB memastikan Dana Siap Pakai (DSP) akan disalurkan untuk kebutuhan darurat seperti pangan, sandang, serta kebutuhan kelompok rentan termasuk lansia.
Rapat tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan koordinasi lintas sektor, sekaligus penegasan bahwa penanganan bencana di Tapteng belum usai dan membutuhkan kerja tegas, terarah, dan penuh empati demi menyelamatkan ribuan warga terdampak. (Jerry).






