Akses Terputus 10 Hari, Polres Tapteng Berhasil Pulihkan Jembatan Putus di Aek Tolang, Kendaraan Kembali Bisa Melintas

  • Whatsapp
Foto: Kasat Samapta Polres Tapanuli Tengah, AKP Kando Hutagalung bersama personil usai menimbun jembatan putus.

Tapanuli Tengah – Setelah sempat lumpuh selama 10 hari, akses jembatan di Jl. Prof. Mr. Dr. M. Hazairin, tepatnya di kawasan SMA Swasta St. Fransiskus, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, akhirnya kembali bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jembatan penghubung vital itu sebelumnya terputus akibat banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut pada Selasa (25/11/25) lalu.

Bacaan Lainnya

Pemulihan jalur ini tidak lepas dari kepedulian dan gerak cepat Polres Tapanuli Tengah yang berkolaborasi dengan Brimob Polda Sumut. Dengan peralatan seadanya namun penuh semangat, para personel bahu membahu melakukan penimbunan pada badan jalan yang longsor dan tergerus banjir.

Proses penimbunan dipimpin langsung oleh Kapolres Tapteng, AKBP Wahyu Endrajaya, SIK, MSI, melalui Kasat Samapta AKP Kando Hutagalung., SH., MH. Puluhan personel turun ke lokasi sejak Jumat pagi (5/12/25), mengangkut tanah, mengisi ratusan karung, dan memperkuat struktur jalan yang sebelumnya amblas diterjang air banjir.

“Ini adalah komitmen Polri membantu percepatan pemulihan pasca banjir. Masyarakat harus segera kembali memiliki akses yang aman,” ujar AKP Kando Hutagalung.

Kerja keras personel Polres Tapteng dan Brimob membuahkan hasil. Pada pukul 17.00 WIB, akses yang sudah lama ditunggu masyarakat itu resmi dapat dilalui kembali.

Usai menimbun, personil Polres Tapteng iji juga membagikan sejumlah makanan siap saji kepada pengendara yang melintas.

Warga yang melintas tampak lega sekaligus mengapresiasi dedikasi personel yang bekerja tanpa mengenal lelah. “Terima kasih kepada Kapolres Tapteng dan seluruh personil. Mereka bekerja dengan tulus meski dengan alat seadanya,” ungkap beberapa warga yang melintas.

Pemulihan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian aparat terhadap masyarakat tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana dan masa-masa pemulihan di Tapanuli Tengah.(Jerry).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *