Satpol PP Sibolga Turunkan Baliho KNPI, Imam Faesal : Ini Bentuk Kriminalisasi Kepada Pemuda

  • Whatsapp
Foto : sejumlah Satpol PP Kota Sibolga berada dilokasi reklame untuk menurunkan Baliho Ketua DPD KNPI Kota Sibolga, Imam Faesal pada Selasa (1/8/23).
Foto : sejumlah Satpol PP Kota Sibolga berada dilokasi reklame untuk menurunkan Baliho Ketua DPD KNPI Kota Sibolga, Imam Faesal pada Selasa (1/8/23).

Sibolga | Sinarlintasnews.com – Satpol PP Kota Sibolga menurunkan Baliho Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Sibolga, Imam Faesal yang terpajang di salah satu billboard atau papan reklame di Jalan SM raja Kota Sibolga pada Selasa (1/8/23) sekitar pukul 21.00 WIB.

Tidak tau apa alasannya, namun dari amatan dilapangan baliho ketua DPD KNPI Sibolga tersebut tidak mengandung unsur sara, Ras, agama serta tidak bernuansa politik.

Bacaan Lainnya

Diketahui, dalam baliho yang bertuliskan “Semulia-mulianya manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika memiliki kedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas, dan bersikap adil ketika kuat”

Ketua KNPI Kota Sibolga, Imam Faesal yang dihubungi pasca penurunan baliho tersebut merasa kaget dan heran kenapa balihonya diturunkan. Sehingga menganggap giat tersebut merupakan suatu bentuk kriminalisasi terhadap karya dan perkembangan pemuda.

“Ini merupakan bentuk kriminalisasi kepada pemuda terkhusus KNPI, kenapa baliho saya diturunkan, sedangkan banyak baliho lainnya tidak diturunkan, saya itu bukan caleg dan bukan orang politik, dan baliho saya juga tidak berpuasa politik, lalu kenapa harus diturunkan,” ujar Imam Faesal.

Imam Faesal juga menyebutkan, balihonya tidak mengotori, tidak mengganggu, dan tidak merusak fasilitas umum karena baliho dipasang di papan reklame yang bersifat permanen dengan konstruksi tetap, bukan dipasang menggunakan kayu.

“Ini mencerminkan sikap arogansi pemerintah daerah kepada pemuda di Kota Sibolga, padahal KNPI itu adalah salah satu mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan kemajuan termasuk Kota Sibolga. Tapi kenapa kami di kriminalisasi seperti ini,” ungkap Faesal.

Ia juga mengungkapkan, tujuan mendirikan baliho dengan tulisan ” Semulia-mulianya manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika memiliki kedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas, dan bersikap adil ketika kuat”

“Itu adalah bentuk suatu motivasi kepada kita para pemuda, untuk tidak merasa cepat puas dengan apa yang telah kita miliki, meski kita sudah merasa sukses, merasa kuat, namun dengan tidak sombong dan selalu merendahkan diri itulah yang sesungguhnya sukses. Jadi kita tidak ada menyinggung seseorang disitu, atau ajakan politik,” tegasnya.(SLC-1).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *