Siswa SMAN 1 Matauli Raih Berbagai Prestasi Hingga Tingkat Internasional

  • Whatsapp
Ket foto : Kepala Sekolah SMA N 1 Matauli, Deden Rachmawan didampingi Sekretaris SMAN 1 Matauli, Subadi serta para Guru Pembimbing foto bersama dengan para Siswa-siswi peraih prestasi

Tapanuli Tengah | SinarlintasNews.com – Belasan Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) raih berbagai prestasi hingga ke tinggat Internasional yang cukup membanggakan dan mengharumkan nama bangsa, khususnya daerah di bidang pendidikan.

Imam Abdhuh Tanthowi salah seorang guru di SMAN 1 Matauli Pandan mengatakan, pada bulan November 2022 lalu pihaknya menyertakan 2 kelompok siswa-siswinya untuk mengikuti bidang penelitian kesehatan yang diselenggarakan International Science and Invention Fair (ISIF) yang berlangsung di Bali dan diikuti sebanyak 614 kelompok dari 32 Negara.

Bacaan Lainnya

Meski diikuti pelajar dari 32 Negara, lanjut Tanthowi, sebagai guru pembimbing untuk 2 kelompok yang mengikuti ISIF itu, yaitu kelompok 1 ada siswa atas nama M. Zasky Aundra Putra Kelas XII IPA 2, Daniel Siahaan Kelas XII IPA 2, Gregori Gracius Sembiring Kelas XII IPA 2, Muhammad Raka Yudistira Kelas XII IPA 2, dan Surya Adiwijawa Kelas XII IPA 2. Untuk kelompok 2, ada siswa atas nama Dinda Sartika Kelas XI IPS 3, Meilani Kelas X IPS 5, Nabil Habibu Nst Kelas X IPS 4, Hermon Vale Kelas X IPS 4, dan Rasya Itfi Hozzazi Hasibuan Kelas X IPS 4, Tanthowi merasa bangga dikarenakan 2 kelompok yang dikirim itu berhasil meraih Medali Perak.

“Alhamdulillah, kedua kelompok yang kita kirimkan sama-sama dapat meraih medali perak, kalau kelompok 1 itu meneliti daun mangga dan daun kopi untuk menyembuhkan penyakit diabetes, dan kelompok 2 itu meneliti daun bayam untuk mengurangi hipertensi,”ujar Tanthowi kepada Wartawan, Senin (9/1/2023) sembari menuturkan bahwa ada 2 orang pelajar yang mengikuti ISIF tersebut merupakan warga Kabupaten Tapteng atas nama Daniel Siahaan dan Gregori Gracius Sembiring.

Sedangkan prestasi di cabang Olahraga tingkat Provinsi, Adelina Panjaitan yang merupakan guru pembimbing siswa-siswi SMAN 1 Matauli Pandan yang mengikuti lomba Olahraga di tingkat Provinsi itu menuturkan ada 5 siswa yang berhasil meraih medali dalam berbagai Cabang Olahraga (Cabor).

“Reyhan Agung Baruna Hasibuan Kelas XI IPA 6 meraih medali perunggu cabang renang, Zidane Fayadh Muhammad Kelas X 2 meraih medali perunggu cabang panahan, Elizabeth Naftali Sinaga Kelas XII IPA 7 meraih medali perunggu, dan Bhakti Simanullang Kelas XII IPS 3 meraih medali perak cabang atletik dan sekarang sedang persiapan untuk mengikuti lomba ditingkat Nasional,”kata Adelina.

Adelina menjelaskan, dari 5 siswa yang berhasil meraih medali itu ada 2 orang warga Tapteng, dan 1 Orang diantaranya atas nama Bhakti Simanullang asal Kecamatan Lumut, Tapteng, dan dalam waktu dekat akan berangkat untuk mengikuti lomba atletik tingkat Nasional di Stadion Gelora Bung Karna yang akan berlangsung pada 13-15 Januari.

“Semoga nanti bisa menang, dan kalau menang maka akan lanjut ketingkat internasional di Australia,”sebutnya.

Selain itu, Siswa-siswi SMAN 1 Matauli juga meraih prestasi di ajang Olimpiade Bahasa Jerman Tingkat Provinsi. Dibawah bimbingan Rohawaty Tampubolon dan Eka Sapta Sagala, Siswa SMAN 1 Matauli berhasil meraih Juara 1 menuju tingkat Nasional atas nama Meilin Depari Kelas XI IPA 1, Juara 2 menuju tingkat Nasional atas nama Agnes Celin Purba Kelas XI IPA 9 dan Juara 6 atas nama Atma Giri Fatma Kelas XI IPA 2.

Tidak sampai disitu, dalam waktu dekat, SMAN 1 Matauli Pandan akan memberangkatkan 2 Orang siswanya mengikuti pertukaran pelajar ke Inggris /City College Plymouth,UK, dibawah bimbingan Diyah Kusnaeni, yakni Zea Tamaresta Salsabila Putri Tanjung Kelas XI IPA 6 dan Siti Raudha Salsabilla Kelas XI IPA 2 untuk mengikuti perjalanan pengenalan ke Inggris Raya, yang diselenggarakan oleh PDVL yang bekerja sama dengan City College Plymouth, Inggris, di Plymouth.

City College Plymouth adalah perguruan tinggi berskala besar yang didanai pemerintah yang mendapatkan sponsor sangat tepercaya dengan Badan Perbatasan Inggris dan telah didirikan sejak 1889. Perguruan Tinggi ini menawarkan berbagai macam kursus untuk 12.533 mahasiswa Inggris dan Eropa termasuk mahasiswa internasional.

PDVL bekerja sama erat dengan City College Plymouth untuk program Yayasan Internasional yang mapan bagi siswa Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Taiwan, Jepang, Cina, dan Vietnam di wilayah Asia-Pasifik. Program ini telah menerima respon yang baik secara konsisten dari para alumni mahasiswa karena program ini terkenal akan keuntungan dari ukuran pengajaran yang kecil, pendidik yang berkualitas baik dan catatan kemajuan universitas yang luar biasa serta biayanya yang terjangkau.

Bersamaan dengan perjalanan ini, para delegasi akan mengunjungi City College Plymouth, UK untuk mendapatkan wawasan tentang fasilitas mereka, lingkungan kampus serta kota kampus tersebut berada. City College Plymouth, UK, juga akan memberikan diskusi akademik terkait perkembangan siswa, pendidikan dwibahasa, serta kualitas pendidikan terhadap pembelajar muda.

“Alhamdulillah senang, karena dari SMP itu dulu saya sudah pengen dapat pertukaran pelajar, Alhamdullilah kemarin Matauli dapat kesempatan buat kerjasama dengan PDVL, ditawarin, dapat kesempatan juga buat ikut, dan nggak nyesal nyoba, senanglah,”ucap Zea Tamaresta Salsabila Putri Tanjung salah seorang siswi yang akan berangkat ke Inggris untuk mengikuti pertukaran pelajar.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan menjelaskan, SMAN 1 Matauli memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk dapat meraih pendidikan, baik dalam maupun di luar negeri seperti halnya kegiatan pertukaran pelajar harapannya dengan mengikuti kegiatan City College, harapannya akan mendapatkan beasiswa City University setelah tamat dari SMA.

“Saat ini kita juga siapkan siswa untuk yang ikut lomba bahasa Jerman. Nanti kalau berhasil mendapatkan juara kemudian berhasil mendapatkan sertifikat B2 minimal mereka tersebut akan kita ikutkan ke program namanya Studienbrucke. Ini adalah proses atau program penyamaan program matrikulasi sebelum mengambil studi ke Jerman,”kata Deden.

Deden menuturkan, saat ini SMAN 1 Matauli sedang mempersiapkan 2 siswa untuk diberangkatkan, dan jika dalam tempo 4 bulan sampai pada bulan April bisa meraih B2 sertifikat bahasa Jerman, maka bisa mendapatkan beasiswa ke Studienbrucke walaupun masih kelas XII.

“Meski masih kelas XII tapi sudah dapat tiket untuk kuliah ke Jerman dan kesempatan seperti ini sangat banyak, tinggal kita mau enggak?, kalau mau, saya yakin pasti akan banyak siswa kita yang berhasil. Saya ingin tidak hanya siswa Matauli yang berasal dari luar daerah saja, saya ingin dari Tapteng untuk tahun 2023 untuk kelas XI sekarang itu Tapteng belum ada. Yang kelas XII kemarin ada 4 orang,”tuturnya.

Deden menyebutkan, SMAN 1 Matauli Pandan telah banyak memiliki pengalaman untuk mengantarkan siswa untuk mengikuti pendidikan di tingkat Internasional. Saat ini SMAN 1 Matauli telah mempersiapkan 30 siswa asal Tapteng untuk dapat diantarkan mengikuti pendidikan di Luar Negeri, namun terkendala beasiswa.

“Itu makanya kemarin saya sampaikan kepada Bapak PJ Bupati, pak kita punya pengalaman mengantarkan siswa keluar negeri, siswanya sudah kita siapkan. Kalau bisa Tapteng bisa sebanyak-banyaknya, tinggal lagi belum dapat beasiswa, kalau bisa siapalah yang bersedia membantu beasiswanya, bisa Pak PJ, bisa pemerintah Kabupaten, bisa donatur asal Tapteng yang bersedia memberikan beasiswa kepada siswa Tapteng yang berprestasi untuk dibina, di bimbing, diarahkan dalam rangka persiapan lanjutan studi ke luar negeri,”pungkasnya.

Deden mengatakan, saat ini SMAN 1 Matauli hanya punya kemampuan secara fisik namun tindak secara material maupun secara finansial, sehingga berharap kepada pemerintah, maupun secara Individu untuk dapat membantu Siswa-siswi Tapteng yang berprestasi ke luar negeri.

“Harapan kita, Siswa-siswi Tapteng ini juga bisa terbantu, karena kami saat ini tidak memiliki kemampuan secara finansial, sama seperti yang mau berangkat sekarang ini, itu adalah biaya sendiri. Jadi itulah harapannya semoga ada yang dapat membantu beasiswa Siswa-siswi asal Tapteng ini,”harapnya.(Jerry)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.