Tapanuli Tengah | Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah memfasilitasi pelaksanaan sunat massal gratis yang diselenggarakan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tapanuli Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah di Kantor Dinas Kesehatan Tapteng, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Milad DMI ke-54 tersebut dihadiri Asisten III Setdakab Tapteng Nurjalilah, Anggota DPRD Tapteng Agus Fitriadi Panggabean, unsur BKPRMI, Nahdlatul Ulama, Al-Washliyah, Pemuda Muhammadiyah, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Kegiatan secara resmi dibuka Asisten III PemkabTapteng, Nurjalilah menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu dan Wakil Bupati Mahmud Efendi tidak dapat menghadiri kegiatan tersebut akibat sedang melaksanakan tugas di luar daerah.
Meski demikian, Nurjalilah menyampaikan, Bupati dan Wakil Bupati menyambut baik serta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan sosial tersebut sebagai bentuk pelayanan nyata kepada masyarakat.
“Pelaksanaan sunat massal tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan anak melalui pelayanan medis yang aman, berkualitas, dan sesuai standar kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan juga menyambut baik kolaborasi tersebut karena memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.
“Dinas Kesehatan si
ap mendukung setiap kegiatan sosial yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Kehadiran dokter dan tenaga kesehatan dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami memberikan pelayanan terbaik agar seluruh peserta mendapatkan tindakan medis yang aman, nyaman, dan sesuai standar,” tegasnya.
Menurutnya, Kegiatan ini menunjukkan bahwa DMI tidak hanya berperan memakmurkan masjid, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun kepedulian sosial, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, dan kemanusiaan di Kabupaten Tapanuli Tengah.
Ketua DMI Kabupaten Tapanuli Tengah, Basyri Nasution, dalam sambutnnya mengatakan sunat massal gratis merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Milad DMI ke-54 yang diperingati pada 22 Juni 2026.
Selama satu bulan penuh, DMI menggelar berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk bakti sosial dan sunat massal gratis.
“Alhamdulillah antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sebanyak 80 anak mengikuti sunat massal ini, bahkan dua di antaranya merupakan peserta nonmuslim. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosial yang kami lakukan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” kata Basyri.
Ia menjelaskan, proses pendaftaran telah dibuka sejak sepekan sebelumnya melalui Badan Kemakmuran Masjid (BKM) di setiap masjid serta melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah.
Basyri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya Dinas Kesehatan, yang telah memberikan dukungan penuh sehingga kegiatan berjalan dengan lancar.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya Dinas Kesehatan, yang telah memfasilitasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Seluruh peserta ditangani langsung oleh dokter dan tenaga kesehatan profesional dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, sehingga proses khitan berlangsung aman, nyaman, higienis, dan sesuai standar pelayanan medis.
Salah seorang orang tua peserta, Eka Saputri Panggabean, warga Sibuluan Indah, mengaku sangat bersyukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah kami sangat terbantu. Semua diberikan secara gratis, mulai dari proses sunat, obat-obatan, makanan, kain sarung hingga anak-anak juga mendapat uang saku. Kami tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. Terima kasih kepada DMI dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah atas perhatian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi keagamaan, dan tenaga kesehatan mampu menghadirkan pelayanan sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain membantu keluarga kurang mampu, sunat massal juga menjadi sarana edukasi penting tentang kesehatan anak, pencegahan infeksi, serta pentingnya akses layanan kesehatan yang aman, profesional, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. (Jerry).
Tidak ada komentar