x

Pencurian di Depan Ruang ICU, Sistem Keamanan RS Metta Medika Sibolga Dipertanyakan

waktu baca 2 menit
Jumat, 12 Jun 2026 15:46 sinarlintas

SIBOLGA | Kasus hilangnya sebuah telepon genggam milik remaja perempuan di lingkungan Rumah Sakit Metta Medika Sibolga memunculkan pertanyaan serius terkait sistem keamanan dan kenyamanan bagi keluarga pasien yang berjaga di rumah sakit tersebut.

Peristiwa itu dialami Jelita Br. Situmeang (15), warga Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu korban sedang menjaga anggota keluarganya yang dirawat di Ruang ICU Lantai III RS Metta Medika Sibolga.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, Mardiana Meika Simatupang, saat kejadian putrinya bersama sejumlah keluarga pasien lainnya tertidur di depan ruang ICU. Ketika terbangun sekitar pukul 03.00 WIB, korban mendapati handphone Samsung miliknya yang sebelumnya diletakkan di dekat tempat tidur telah raib.

Keluarga korban kemudian melakukan pencarian di sekitar lokasi. Namun hingga saat ini ponsel tersebut tidak ditemukan. Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai Rp3 juta.

Peristiwa pencurian yang terjadi tepat di area rumah sakit, terlebih di depan ruang ICU yang merupakan salah satu area vital dan ramai dikunjungi keluarga pasien, memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai efektivitas pengawasan keamanan di lingkungan rumah sakit tersebut.

Pasalnya, keluarga pasien yang berjaga selama 24 jam kerap memanfaatkan lorong dan area tunggu rumah sakit sebagai tempat beristirahat. Kondisi tersebut seharusnya mendapat perhatian serius dari pihak manajemen rumah sakit guna menjamin rasa aman bagi pengunjung maupun keluarga pasien.

“Kalau di depan ruang ICU saja barang bisa hilang saat keluarga pasien sedang beristirahat, tentu hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sistem pengamanan yang ada. Keluarga pasien datang untuk menjaga kerabat yang sakit, bukan dihantui rasa khawatir kehilangan barang,” ujar salah seorang pengunjung rumah sakit yang enggan disebutkan namanya.

Selain menimbulkan kerugian materiil, kejadian tersebut juga dinilai dapat mengganggu kenyamanan keluarga pasien yang tengah menghadapi kondisi psikologis berat karena anggota keluarganya sedang menjalani perawatan.

Masyarakat berharap pihak Rumah Sakit Metta Medika Sibolga segera melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan, termasuk pengawasan petugas keamanan, pemantauan kamera CCTV, serta pengaturan area tunggu keluarga pasien agar lebih aman dan nyaman.

Sementara itu, pihak keluarga korban berencana melaporkan kejadian tersebut kepada Kepolisian Resor Kota Sibolga untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka berharap rekaman CCTV di sekitar lokasi dapat membantu mengungkap pelaku pencurian.

Kasus ini menjadi alarm bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan bahwa aspek keamanan tidak kalah penting dibandingkan pelayanan medis. Rumah sakit bukan hanya tempat orang mencari kesembuhan, tetapi juga harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi pasien dan keluarga yang mendampingi mereka setiap saat.(Jerry).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x