Foto: Jenazah BS usai dievakuasi warga Tapanuli Tengah | Seorang pria berinisial BS (20), warga Dusun III, Desa Sampang Maruhur, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, ditemukan meninggal dunia diduga kuat akibat serangan buaya di aliran Sungai Saga Matua, Kamis (28/5/2026) dini hari.
Kapolres Tapanuli Tengah, Muhammad Alan Haikel melalui Kapolsek Manduamas, Maruli Tua Simanjorang, mengatakan pihak kepolisian langsung melakukan tindak lanjut usai menerima informasi penemuan jasad korban oleh warga sekitar pukul 01.30 WIB.
Peristiwa bermula dari laporan Kepala Desa Sampang Maruhur, Master Rudi Sigalingging, pada Rabu (27/5/2026) sore terkait seorang warga yang belum kembali ke rumah.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sejumlah saksi, korban bersama beberapa rekannya diketahui masuk ke area perkebunan PT Nauli Sawit Blok 41.A pada Rabu dini hari sekira pukul 01.00 WIB untuk melakukan pencurian buah kelapa sawit.
Sekira pukul 02.00 WIB, petugas keamanan perusahaan yang tengah berpatroli memergoki aktivitas tersebut. Saat hendak diamankan, para pelaku langsung melarikan diri dengan melompati parit pembatas keluar dari areal perkebunan.
Dari lokasi kejadian, petugas keamanan mengamankan barang bukti berupa enam janjang buah kelapa sawit dan satu alat panen jenis dodos.
Dalam pelarian itu, salah seorang rekan korban mengaku mendengar suara benda jatuh ke Sungai Saga Matua. Namun situasi gelap dan kondisi lokasi yang rawan membuat pencarian belum membuahkan hasil.
Keluarga dan warga kemudian melakukan pencarian di sekitar aliran sungai setelah korban tidak kunjung pulang. Titik terang keberadaan korban muncul sekitar pukul 11.00 WIB ketika seorang petani di seberang sungai melihat seekor buaya melintas sambil membawa tubuh manusia.
Informasi tersebut langsung menyebar ke warga. Pengurus gereja setempat membunyikan lonceng sebagai tanda agar masyarakat berkumpul membantu pencarian.
Setelah dilakukan penyisiran selama berjam-jam, warga akhirnya berhasil menemukan jasad korban dan mengevakuasinya ke daratan pada Kamis dini hari sekira pukul 01.30 WIB.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Manduamas bersama dokter Puskesmas Manduamas, dr. Berry Sihotang, mendatangi rumah duka untuk melakukan pemeriksaan medis luar terhadap jenazah korban.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah luka robek pada tubuh korban yang konsisten dengan karakteristik serangan hewan buas jenis buaya.
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah alam dan secara resmi menolak dilakukan autopsi maupun Visum et Repertum (VER) lanjutan. Keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan serta berita acara serah terima jenazah.
Sebagai bentuk empati, Kapolsek Manduamas bersama jajaran turut mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dari Kapolres Tapanuli Tengah. Polisi juga menyerahkan bantuan sosial berupa uang duka dan memfasilitasi ambulans untuk proses pemakaman korban.
Polres Tapanuli Tengah mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Saga Matua guna mengantisipasi kejadian serupa.
Pihak kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam terkait penanganan keberadaan satwa liar di kawasan tersebut. (Red).
Tidak ada komentar